Mengungkap Momen Paling Diingat Anak dari Orangtuanya

JAKARTA (!) – Pada masa pertumbuhan, anak-anak cenderung mempunyai ingatan kuat terhadap momen bersama orangtuanya, bahkan tak jarang mereka meniru yang dilakukan orangtuanya.

Jadi, sebagai orangtua harus sangat hati-hati saat merawat serta mendidik anak. Jangan sampai hal buruk yang dilakukan orangtua membekas di ingatan anak dan menjadikan anak tumbuh jadi pribadi negatif.

Berikut ini adalah momen-momen yang sering teringat oleh anak mengenai orangtuanya.

Membuat Rasa Aman

Setiap anak membutuhkan perlindungan serta perhatian dari orangtuanya. Tetapi kadang, orangtuanya yang justru membuat sang anak terluka.

Anak akan mengingat apapun yang membuatnya merasa aman, seperti saat orangtua yang memeluk anaknya usai menangis atau bermimpi buruk.

Tetapi, mereka pun akan mengingat saat orangtua membuat anak tersebut merasa takut. Memang wajar ketika orangtua marah pada anak, tapi usahakan jangan sampai amarah tersebut menjadikan sanga anak merasa tak nyaman.

Perhatian Penuh Orangtua

Seorang anak bisa mengukur cinta orangtuanya, terutama untuk perhatian yang diberikan padanya. Ketika orangtua bisa menghentikan pekerjaannya demi sekedar bermain atau membantu pekerjaan rumah bersama anak, maka sang anak akan selalu mengingat itu.

Oleh sebab itu, luangkanlah waktu untuk melakukan hal-hal sederhana bersama anak. Karena, momen-momen kebersamaan dengan anak tidak akan terulang kedua kali.

Cara Orangtua Berinteraksi

Anak-anank umumnya menggambarkan tentang cinta sebagian besar dari cara orangtuanya berinteraksi. Jadi, sebisa mungkin jangan sampai bertengkar di hadapan anak.

Sebab, hal tersebut bisa membuat mereka mengalami trauma soal pernikahan saat dewasa. Maka, berilah mereka rasa aman dan nyaman saat melihat ibu serta ayahnya berkomunikasi. Usahakan selalu dalam hubungan yang saling berkomitmen serta saling mencintai di depan anak-anak.

Kata Kasar Orangtua

Perasaan seorang anak layaknya semen basah yang dapat mengeras seiring waktu. Anaka-anak dapat mendasari rasa identitas, kemampuan serta harga dirinya atas perkataan yang diucapkan oleh orangtuanya pada dirinya.

Memang tugas orangtua, untuk memperbaiki serta mendisiplinkan sang anak. Namun, usahakan untuk tetap menggunakan kata-kata yang penuh cinta, dorongan serta motivasi positif saat mendidik anak tersebut.

Sebaiknya, jangan menggunakan ucapan dengan kata kasar ataupun kritik, sampai menyebut kata bodoh, nakal, bandel atau kata negatif lainnya pada anak.

Tradisi dalam Keluarga

Umumnya anak-anak menyukai hal-hal yang sifatnya spontan, tapi mereka pun butuh untuk hal-hal yang dapat diramalkan.

Misalnya mereka biasanya akan mengingat serta sangat menyukai ‘tradisi’ dalam keluarga, seperti menonton film bersama setiap malam di akhir pekan atau bisa juga saat mengunjungi lokasi tertentu untuk berlibur, merayakan ulang tahun atau acara khusus dan yang lainnya.

Jadi, sebisa mungkin ciptakanlah tradisi khusus untuk membuat anak bahagia dan bisa lebih mengakrabkan hubungan antar anggota keluarga.

Dengan begitu mereka akan mengingat hal baik itu dan bisa saja diterapkan oleh anak-anak tersebut saat mereka memiliki keluarga sendiri nantinya!

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -