Menhub: Jika Tidak Ditemukan Sesuatu, Boeing 737 Max 8 Bisa Terbang

Tandaseru – Kementerian Perhubungan menurunkan tim untuk melakukan observasi dan penelitian terhadap pesawat Boeing 737 Max 8 yang beroperasi di Indonesia dalam waktu satu minggu ini.

Hal tersebut dilakukan menyusul kebijakan Kementerian Perhubungan yang memutuskan untuk menggrounded sementara pesawat Boeing 737 Max 8 pada Senin (11/3) kemarin.

“Kami menurunkan tim untuk melakukan observasi juga melakukan penelitian terhadap pesawat-pesawat yang ada dalam kurun waktu satu minggu.,” ungkapnya.

Menurut dia, apabila tim tidak menemukan sesuatu maka tentunya pesawat itu bisa terbang kembali. Tetapi apabila ditemukan ada hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, maka ada sesuatu tindakan lanjutan yang dilakukan.

Menhub Budi juga mengucapkan rasa prihatinnya dengan adanya kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 di Euthopia yang juga ada satu warga negara Indonesia yang menjadi korban.

“Kami perihatin bahwa telah terjadi satu kecelakaan di Eutophia dan juga turut berduka cita karena ada satu Warga Negara Indonesia yang berada di situ,” ucapnya.

Sebelumnya Ditjen Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kemenhub telah melakukan koordinasi kepada pihak Boeing, dan pihak Boeing akan memberikan keterangan terkini terkait hasil investigasi kecelakaan Ethiopian Airlines. Pihak Boeing juga siap menjawab pertanyaan dari Ditjen Hubud tentang langkah-langkah yang perlu diambil untuk memastikan aiworthy jenis pesawat terbang Boeing 737-8 MAX.

Terkait kebijakan grounded sementara yang diambil Kemenhub, maskapai yang memiliki pesawat jenis Boeing 737-8 MAX seperti Garuda Indonesia dan Lion Air pun telah menyetujui kebijakan tersebut. 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait