Menikmati Uniknya Ramadhan di Kroasia

Kroasia adalah satu negara pecahan Yugoslavia. Penduduknya berjumlah 4,1 juta jiwa, termasuk penduduk beragama Islam sekitar 1,47 persen.

Ada yang unik dengan penduduk muslim Kroasia. Seperti diungkapkan Arie Fitria, staf khusus Duta Besar RI untuk Kroasia, muslim Kroasia haruslah beretnis Bosnia. Ketika seorang beretnis Kroasia menjadi seorang muslim, maka etnisnya otomatis berubah menjadi Bosnia. Sungguh unik.

Namun, Islam adalah salah satu agama resmi dan diakui konstitusi di Kroasia, sehingga warga Kroasia mengetahui adanya pemeluk Islam di antara mereka.

Komunitas Islam dan gedung Pusat Keislaman ada di beberapa kota, seperti Zegreb dan Rijeka. Pengakuan lain terhadap Islam oleh negara adalah imam-imam mesjid digaji oleh negara.

Komunitas muslim di Kroasia dipimpin oleh seorang Mufti, yang dianggap sebagai diplomat di bidang keagamaan dan diberi pasport berwarna hitam.

buka puasa di rijeka
Suasana berbuka puasa di masjid kota Rijeka, Kroasia.

Di bumi belahan utara itu, Ramadhan tahun ini berlangsung pada pertengahan musim semi sampai dengan menjelang awal musim panas. Waktu berpuasa pun relatif panjang yakni sekitar 18 jam. Sahur pada pukul 02.57 atau 02.09 dan berbuka pada pukul 20.28 atau 20.53 waktu setempat.

Arie Fitria menginformasikan bahwa bulan puasa tahun ini dalam keadaan yang sejuk. Bila dilihat dari suhu berada di kisaran 13-22 derajat Celcius pada Mei dan 16-25 °C pada Juni.

Lalu bagaimana dengan pelaksanaan ibadah Ramadhan di Kroasia? Di masjid Kota Zegreb, jemaah dapat berbuka puasa di restoran masjid dengan membeli menu makanan khas Kroasia dan Bosnia.

Untuk shalat tarawih, masjid di Kroasia melaksanakannya dengan 11 rakaat. Yang unik, saat salat witir pada rakaat terakhir, takbir pertama tidak langsung rukuk tapi baca qunut, rukuknya setelah takbir kedua.

Karena saat ini Eropa, termasuk Kroasia, kedatangan pengungsi dari wilayah konflik di Timur Tengah, pemerintah menyediakan fasilitas antar jemput bagi pengungsi yang ingin salat tarawih dari kamp pengungsi ke masjid. Di kamp pengungsi pun diselenggarakan salat tarawih.

Aktivitas KBRI Zegreb

Selama Ramadhan, KBRI Zagreb juga mengadakan Safari Ramadhan Internasional dengan mengundang ustadz dari Unida Gontor. Selain itu KBRI Zegreb berpartisipasi dalam acara berbuka puasa di komunitas muslim di Zegreb dan Rijeka.

KBRI Zegreb sendiri menyelenggarakan buka puasa bersama dengan mengundang komunitas muslim. Menurut Arie Fitria, menu buka puasanya, selain tetap ada kurma karena merupakan sunnah, menu-menu ditujukan juga untuk promosi kuliner Indonesia.

Menu selalu berubah seperti ketika buka bersama dengan korps diplomatik, menu takjil berupa bubur kacang hijau, kurma, nastar dan kue puteri salju.

KBRI Zegreb
Buka puasa bersama di KBRI Zegreb.

Saat buka bersama di masjid Rijeka, menunya berupa biji salak, resoles, dan kurma. Sedangkan saat buka bersama dengan dengan warga negara Indonesia menunya berupa es buah, onde-onde, gemblong dan resoles. Setelah itu ada menu makanan utama yaitu menu-menu khas Indonesia.

Pada Ramadhan tahun ini, KBRI Zegreb tidak melaksanakan salat tarawih berjamaah tetapi hanya melaksanakan buka puasa bersama saja.

Secara umum, pelaksanaan ibadah Ramadhan oleh umat muslim di Kroasia berjalan dalam keadaan penuh kekhusuan. Kondisi cuaca dan penduduk non-muslim Kroasia mendukung dengan menghadirkan suasana kondusif.

Di pihak lain, KBRI Zegreb selain melakukan syiar Islam selama Ramadhan, juga mempromosikan budaya Indonesia, terutama kuliner dalam buka puasa bersama dengan berbagai komunitas musim dan non-muslim di Kroasia. (Luth)

Kumpulan Berita Terkait