Merayakan Keikhlasan

Pagi ini putra bungsu saya bercerita tentang Hari Raya Qurban. Sambil terus bermain game di handphone ia melanjutkan bahwa kisah ini berasal dari keikhlasan mulia Nabi Ibrahim a.s serta kepatuhan suci Nabi Ismail a.s.

Kisah agung yang dimulai dari ujian tentang kesabaran, ketenangan serta keyakinan betapa besarnya kasih Tuhan kepada mahluknya.

Qurban sendiri dalam bahasa Arab artinya dekat, maka ibadah qurban berarti memotong hewan sebagai ibadah untuk mendekatkan diri manusia kepada Tuhan.

Putra bungsu saya berhenti sebentar untuk minum madu putih dari pedalaman Badui. Selesai minum ia melanjutkan ceritanya. Hari Raya Qurban atau Idul Adha sekaligus menandai berakhirnya ritual ibadah haji. Serupa dengan qurban, ibadah haji juga membutuhkan kekuatan, kesabaran serta keikhlasan lahir dan batin.

Ibadah qurban dan haji adalah ritual yang mulia. Maka pelaksanaan kedua ibadah tersebut harus mengikuti adab atau tata cara serta aturan yang ketat.

Saat ini giliran saya yang bercerita dan putra bungsu saya langsung meletakkan handphone miliknya. Dengan serius ia mendengarkan lanjutannya yaitu selama ribuan tahun, hakekat yang tersembunyi dari perayaan qurban dan ibadah haji adalah tentang indahnya nilai kesederhanaan serta keikhlasan diri sejatinya umat manusia sebagai wakil Tuhan Dzat Yang Maha Pengasih di muka bumi.

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan darimulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untukmu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepadamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. ~ QS. Al-Hajj: 37.

Selamat merayakan keikhlasan, semoga Allah menerima dan melimpahkan keberkahan atas keihlasan qurban kita serta kepada semua kerabat yang menjalani ibadah di Tanah Suci bisa mendapatkan haji mabrur… Aamiin

Penulis Buku Membangun SDM Indonesia Emas dan Tenang Aja

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait