Meretweet Video Anti Islam, PM Inggris Kecam Trump

LONDON (!) – Perdana Menteri Inggris, Theresa May mengecam Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump atas retweet-nya pada 3 video anti Islam yang diunggah British First.

Bahkan, beberapa politisi Inggris menuntut agar Trump minta maaf karena telah menyebarkan video-video itu kepada 44 juta pengikutnya di Twitter.

“British First berusaha memecah belah komunitas melalui narasi kebencian yang menunggangi kebohongan dan memicu ketegangan,” kata Perdana Menteri Inggris Theresa May seperti dilansir Reuters, Kamis (30/11).

Bukannya meminta maaf, Trump malah menyerang balik PM Inggris itu. Menurut Trump, Theresa tidak usah mengurus dirinya, tetapi uruslah terorisme Islam Radikal di Inggris. “Theresa @theresamay, kami baik-baik saja,” kata Trump dalam cuitannya.

Namun, akun yang dituju Trump diketahui bukan akun milik PM Inggris Theresa May, sadar akan hal itu Trump segera memperbaiki kesalahannya.

Tak hanya dari Inggris, kecaman serupa juga datang dari dalam negeri AS sendiri. Kali ini datang dari kalangan kongres AS, baik dari Partai Demokrat maupun Republik.

Salah satunya datang dari Senator Republikan John McCain, dia mengaku kaget melihat aksi Trump me-retweet video-video itu. “Saya jelas terkejut,” kata McCain.

Meski menuai banyak kecaman, Gedung Putih malah membela retweet presiden usungan Partai Republik yang dalam kampanye presiden 2016 telah menyatakan larangan Muslim masuk ke AS.

“Saya tidak bicara soal videonya. Ancaman itu nyata dan itulah yang dikatakan presiden soal perlunya keamanan nasional, perlunya anggaran militer,” kata Sarah Sanders.

Sementara itu, Fransen pemilik postingan yang di retweet Trump, mengaku sangat senang. Dia yang memiliki 53 ribu pengikut di Twitter itu mengaku mempunyai visi dan misi yang sama dengan presiden AS itu.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait