MRT Man

Kehidupan ini memiliki banyak misteri untuk memperkenalkan kita pada cinta. Hal ini yang terjadi pada rekan kerja saya yang bernama Indah, karyawati berumur sekitar 26 tahun. 

Setiap pagi ia terbiasa naik kereta MRT dari rumahnya di Depok menuju kantor kami di daerah Thamrin. 

Sebagai penumpang kereta MRT reguler, Indah bercerita kalau ia telah mengenal semua wajah-wajah para penumpang baik mereka yang naik di Gerbong 1 atau lainnya.

Namun hari itu, Indah sedikit terkejut ketika dia melihat seorang pria muda tampan masuk ke dalam Gerbong 1. Dalam hati Indah berkata, pria ini sudah pasti penumpang baru, penampilannya sangat menarik sehingga memicu minat dan rasa ingin tahu Indah. 

Sayangnya pria ini hanya sibuk membaca buku dan ia bahkan tidak memperlihatkan wajahnya walau hanya sebentar sepanjang perjalanan dari Stasiun MRT Lebak Bulus menuju Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia.

Walau tidak sabar ingin melihat wajah pria muda tadi, mendadak Indah meneliti penampilan dirinya sendiri. Seperti biasa, ia hanya memakai celana jins (karena baginya terasa nyaman), dengan sepasang sepatu Nike yang empuk. 

Karena sedikit malu, kemudian Indah memutuskan besok pagi ia ingin mengubah penampilannya, ia berusaha berdandan agar pria muda itu memperhatikannya.

Ternyata alam semesta mendukung Indah! Esoknya mereka berdua kembali bersama-sama masuk ke dalam gerbong 1 yang yang sama. Tetapi pria itu selalu sibuk dengan membaca buku. 

Walau dalam hati sebenarnya Indah senang sekali, karena ternyata si pria selalu membaca buku yang pernah Indah baca sebelumnya.

Indah yakin sekali bahwa ini adalah cinta pada pandangan pertama. Bahkan, dia sering bergosip dengan rekan kerjanya di kantor tentang pria ini, sampai mereka yang punya julukan khusus yang disebut dengan kode “MRT Man”.

Setiap pagi secara bergantian rekan-rekan kerjanya selalu bertanya kepada Indah. Apakah pria itu akhirnya melihat ke atas? Indah selalu menjawab dengan ‘Tidak’. 

Kemudian, salah satu dari rekan kerjanya menyarankan agar Indah menjatuhkan buku di depan pria itu dan memulai percakapan spontan saat dia ingin mengembalikan bukunya. 

Ahirnya Indah pun melakukan saran temannya tadi dan berharap selanjutnya akan terjadi sebuah keajaiban.

Saat itu kereta MRT berhenti persis di Stasiun Senayan, Indah nekat memberikan surat itu kepada “MRT Man” yang berada di sebelah kirinya.

Ternyata pria itu terus sibuk membaca selama 27 menit perjalanan kereta MRT dan hampir tidak memperhatikan buku yang dijatuhkan oleh Indah. 

Sisa waktu hanya 3 menit lagi sebelum kereta MRT tiba di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia, lalu pria itu akhirnya mengambil buku yang terjatuh dan langsung memberikannya kepada Indah tanpa berbicara sepatah kata pun! 

Indah grogi, jangankan bertanya siapa namanya, lidah dan mulutnya terasa kaku sehingga dia hanya membalas… Terima kasih.

Indah tidak tahu lagi bagaimana cara memulai komunikasi dengan “MRT Man” sampai akhirnya kereta berhenti dan semua penumpang berhamburan keluar stasiun dengan tergesa-gesa. 

Surat untuk MRT Man

Indah lalu teringat kalau besok adalah hari ulang tahunnya yang ke 27 dan dia percaya semua orang boleh melakukan sesuatu yang sedikit sembrono pada hari ulang tahun mereka. 

Maka Indah kemudian menulis surat, ia akan menyerahkan surat tersebut kepada “MRT Man” dan ingin melihat bagaimana reaksi pria itu saat membaca suratnya.

Isi surat Indah begitu singkat dan padat: “Halo MRT Man, nama saya Indah sudah dua minggu ini kita selalu berada dalam Gerbong yang sama dan hari ini adalah ulang tahun saya. Saya ingin tanya, apakah kamu bersedia minum kopi bersama saya?”

Saat itu kereta MRT berhenti persis di Stasiun Senayan, Indah nekat memberikan surat itu kepada “MRT Man” yang berada di sebelah kirinya. Dan pria itu menerima surat dari Indah, sambil mengucapkan terima kasih kemudian ia membuka tersebut.

Dengan senyum si pria kemudian bersuara: “waduuh saya pribadi tidak memiliki keberanian untuk melakukan sesuatu seperti ini Indah. Ooh iya nama saya Adam tetapi sayang sekali, saat ini saya sudah punya pacar dan saya kuatir dia tidak suka kalau kita minum kopi hanya berdua saja. Tapi selamat ulang tahun yaa Indah semoga hari kamu menyenangkan.”

Mendengar suara serta balasan Adam yang seperti itu, membuat Indah patah hati. Esok paginya Indah kembali menjadi penumpang kereta MRT yang pendiam. 

Dia sudah tidak mau melihat, apalagi memikirkan Adam yang masih saja sibuk membaca buku. Indah sudah memutuskan ingin move ondan melanjutkan kehidupannya.

Tepat dua bulan setelah kejadian tersebut, pagi itu kereta MRT kembali berhenti persis di Stasiun Senayan yang sama. Secara tiba-tiba, pagi ini Adam yang memberikan surat kepada Indah. 

Ternyata isi surat Adam juga begitu singkat dan padat: “Halo Indah, saya sekarang single dan available. Saya ingin mengajak kamu minum kopi bareng setelah jam kerja. Apakah kamu mau?”

Setelah peristiwa di Stasiun Senayan itu, Adam dan Indah benar-benar jatuh cinta satu sama lain. Tepat 3 bulan kemudian, saat mereka berdua berada di dalam Gerbong 1 di tempat pertama kali mereka bertemu kemudian Adam bertanya dengan mesra padanya: “Indah sayang, apakah kamu bersedia menikah dengan saya?”

Demikianlah sepotong kisah keajaiban yang terjadi di dalam Gerbong 1 kereta MRT Jakarta yang bersih, sejuk dan nyaman pada tahun… 2025.

Penulis Buku Membangun SDM Indonesia Emas dan Tenang Aja

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait