Mucikari di Kalibata City Rekrut Anak Putus Sekolah dan Mahasiswi

Tandaseru – Mucikari prostitusi di bawah umur di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, merekrut anak-anak putus sekolah dan mahasiswi untuk dijadikan pekerja seks komersial (PSK).

“(Kebanyakan) putus sekolah, yang lima orang (anak di bawah umur yang dijadikan PSK). Rata-rata ada yang SD, dan SMP,” kata Kasubdit Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Azhar Nurgroho di Polda Metro Jaya, Rabu (8/8/2018).

Polisi menggerebek kamar di Apartemen Kalibata City, Tower Flamboyan, Lantai 21 AH pada Kamis (2/8/2018) dan menangkap tiga tersangka berinisial S alias O, T alias O, dan R yang berperan sebagai mucikari. Setidaknya 17 unit di beberapa tower Kalibata City digunakan para tersangka sebagai rumah bordil.

Selain anak putus sekolah, tutur Azhar, para mucikari itu membujuk sejumlah mahasiswi dari beberapa kampus di Jakarta untuk mencari uang sampingan sebagai PSK. “Ada yang sementara kuliah tapi karena ada lemah, dia mundur untuk mengisi kekosongan waktunya dia nyambi,” ujar Azhar.

Menurut Azhar, semua PSK direkrut dari wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya untuk melayani para pria hidung belang yang akan melampiaskan nafsu bejatnya dengan tarif mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

Dari penggerebekan di Apartemen Kalibata City itu, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa tiga buah telepon genggam, bukti transfer uang dan sejumlah kondom bekas yang sudah terpakai.

Dalam kasus ini, para mucikari yang ditangkap dijerat Pasal 296 KUHP tentang Tindak Pidana Prostitusi dan Pasal 506 KUHP tentang Penyedia Perbuatan Cabul dengan hukuman satu tahun penjara.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id