Muhammad Syahrial: Di Balik Gerakan Sedekah Pendapatan, Tenaga, Waktu dan Doa

Tandaseru – Menjadi seorang pengusaha muslim yang andal memang harus disiplin, ulet dan berwawasan luas. Kesulitan hidup bukanlah penghalang, melainkan justru menjadi pengalaman berharga dan melahirkan kepekaan sosial untuk ikut serta membangkitkan ekonomi umat.

Hal ini dibuktikan sendiri oleh Dr. H. Muhammad Syahrial Yusuf SE. Pria asal Aceh ini adalah salah satu tokoh utama yang mendirikan Arrahman Center (ARC), sebuah yayasan yang menjalankan konsep gerakan memberi 10 persen dari pendapatan, tenaga, waktu, dan doa. Dia juga pendiri Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) dan Ilomata STIAMI.

Perjalanan hidup Syahrial di usia muda tidaklah mudah. Ketika memasuki kelas 4 sekolah dasar, dia sudah menjadi anak yatim. Sejak itu Syahrial yang masih berusia 9 tahun dibesarkan oleh sang ibunda yang berjuang menghidupi sembilan anaknya.

Keberhasilan yang diraih Syahrial saat ini tidak terlepas dari nilai-nilai yang diajarkan oleh sang ibu. Anak ketujuh dari sembilan bersaudara ini sangat menghormati ibunya, Nur Aida Naim.

“Beliau sudah berhasil menghidupi kesembilan anak-anaknya, termasuk saya, dengan hanya bekerja serabutan. Kadang-kadang ibu saya berjualan kue dan lainnya,” tutur Syahrial yang kerap membantu ibunya berjualan ketika kecil.

Tidak heran jika tempaan hidup itu membuat Syahrial tumbuh menjadi seorang yang disiplin, ulet, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

Membangun masyarakat mandiri

Hingga kini Syahrial telah mempraktikkan visi dan misinya selama 25 tahun melalui Yayasan ARC untuk ikut mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran dalam upaya membangun masyarakat yang mandiri.

Meski sempat terkena stroke ringan sehingga syaraf motorik setengah badan atau sebelah kirinya terganggu. Syahrial tetap bersyukur sebab masih diberikan umur dan pemikiran yang baik.

“Saya bersyukur, saya juga semakin memperdalam ilmu agama. Saya banyak menonton video dakwah, ceramah dari Youtube” ujarnya dalam perbincangan dengan tandaseru.id, beberapa waktu lalu.

Syahrial menambahkan, salah satu keinginan terbesarnya adalah membangun bangsa dan agama serta memberantas pengangguran dengan berdasarkan asas kekeluargaan, saling tolong-menolong, dan dengan bermusyawarah.

”Sejak dulu saya sudah memberikan 10 persen pendapatan untuk menyantuni fakir miskin dan anak yatim, dari gaji saya Rp4 juta sampai sekarang Rp250 juta. Yayasan Arrahman Center itu gerakan memberi 10 persen  pendapatan, tenaga, waktu dan doa,” ungkapnya.

Hingga kini ada ratusan anak yatim dan dhuafa yang telah dibantu dan memiliki masa depan yang lebih cerah dengan menjadi anak asuh dari konsep dan program yang dimotori Syahrial.

Bantu korban gempa dan tsunami di Sulteng

Selain menyantuni yatim piatu dan dhuafa, Yayasan ARC sering melakukan kegiatan kemanusiaan, antara lain mengirimkan bantuan bagi korban bencana alam di Sulawesi Tengah.

Yayasan Arrahman Center

Yayasan ARC memberangkatkan 40 relawan untuk membantu korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala pada Jumat (19/10). Mereka tidak hanya menolong korban bencana, tetapi juga membantu penyiapan usaha, membangun kembali spiritual dan kepercayaan diri mereka.

Bantuan untuk mengatasi masalah ekonomi yang sedang dihadapi korban bencana di daerah itu, yakni memberikan ayam kampung dan kambing untuk diternakkan.

Rara relawan tersebut akan membentuk 40 rumah kegiatan Arrahman Center. Setiap rumah akan diberikan 20 ekor ayam kampung, 40 ekor kambing, yang akan diternakkan oleh para penghuninya atau pengurusnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -