Negara Ini Terancam Tak Bisa Rayakan Malam Tahun Baru

OTTAWA (!) – Kanada terancam tidak bisa merayakan malam pergantian tahun, lantaran cuaca dingin ekstrem yang melanda negara tersebut.

Dampaknya, sejumlah acara untuk merayakan Tahun Baru terpaksa dibatalkan dan arena ski ditutup untuk alasan keamanan.

Mengutip situs AFP, Sabtu (30/12), suhu udara di dua kota Kanada, yakni Regina dan Winnipeg, dilaporkan nyaris mencapai minus 58 derajat Fahrenheit atau minus 50 derajat Celsius.

Resort ski Bromont di Quebec ditutup sementara sejak Jumat (29/12) sore waktu setempat karena cuaca ekstrem.

Sementara Ottawa, ibu kota Kanada, otoritas setempat mengumumkan pembatalan beberapa acara untuk merayakan 150 tahun Konfederasi Kanada atau ‘Canada 150’ yang akan digelar akhir tahun ini.

Konfederasi Kanada merupakan proses kolonisasi Kanada, Nova Scotia dan New Brunswick oleh Inggris menjadi satu Dominion Kanada.

Konfederasi Kanada dilakukan pada 1 Juli 1867. Perayaan yang dijadwalkan digelar pada Sabtu (30/12) dan Minggu (31/12) ini akhirnya ‘dimodifikasi’ karena cuaca dingin ekstrem.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kebudayaan Kanada menegaskan bahwa modifikasi perayaan dilakukan demi alasan keselamatan dan kesehatan publik, karena cuaca ekstrem.

Dalam modifikasi itu, penampilan sejumlah DJ dan artis hip-hop dibatalkan saat malam Tahun Baru, namun pertunjukan kembang
api akan tetap digelar nantinya.

Dampak lain dari cuaca ekstrem ini, turnamen hoki es ‘Canada 150’ yang digelar di rink es outdoor di depan Gedung Parlemen Kanada, terpaksa dipindahkan ke lokasi indoor.

Enam dari 10 provinsi di Kanada telah diberi peringatan adanya cuaca ekstrem tersebut.

Enam provinsi yang dimaksud antara lain British Columbia yang ada di wilayah paling Kanada, Alberta, Saskatchewan, Manitoba, Ontario dan Quebec.

Kumpulan Berita Terkait