Nggak Perlu Takut, Begini Cara Hadapi Pelakor!

JAKARTA (!) – Akibat pemberitaan tentang perselingkuhan, sebutan pelakor atau perebut laki orang hangat diperbincangkan. Lalu, bagaimana seharusnya istri menghadapi para pelakor ini?

Sebenarnya hal tersebut adalah permasalahan keluarga, namun karena melibatkan tokoh publik dan rekaman peneguran anaknya Harris yang viral di media sosial membuat persoalan ini semakin jadi sorotan.

Apa yang harus dilakukan istri saat suami selingkuh?

Kasandra Putranto seorang psikolog keluarga menyarankan hal pertama yang perlu dilakukan saat istri mengetahui suami memiliki hubungan dekat dengan wanita lain atau pelakor adalah tetap tenang serta tidak langsung emosional.

Justru sebaiknya ajaklah sang suami untuk berbicara baik-baik. Saat itu pula istri harus terus menganalisa empat hal yang dapat menjadi penyebab sang suami berselingkuh.

Ketika telah berhasil menganalisa empat sebab suami berselingkuh, maka istri dapat menyimpulkan serta menentukan langkah tepat selanjutnya.

Apa saja yang perlu dianalisa?

Istri diharapkan dapat menganalisa penyebabnya, yang pertama, seseorang dapat dengan mudah berselingkuh karena adanya keinginan untuk mengejar sensasi dari perselingkuhan tersebut. Ada keinginan memenuhi kebutuhan secara fisik, emosional atau finansial di luar dari perkawinannya.

Kemudian yang kedua, suami dapat selingkuh karena merasa ada yang kurang dan tidak bisa didapatkannya dari pernikahan bersama sang istri. Hal tersebut sering menjadi alasan suami untuk tergoda lirikan wanita lain.

Yang ketiga, ini disebabkan dari pihak eksternal, yaitu si wanita lain atau pelakor itu sendiri. Dia terdorong untuk secara intensif menggoda suami orang lain demi kepentingan pribadinya, bahkan sampai ada yang menghalalkan segala cara.

Sedangkan sebab keempat sudah pasti teknologi, saat ini perselingkuhan itu banyak terjadi diawali dari chatting singkat antara laki-laki dan wanita. Yang pasti intinya, apapun itu alasannya selingkuh merupakan hal yang tidak dapat diterima.

Kasandra menambahkan, kalau istri telah menganalisa empat faktor tersebut, barulah bisa dengan tepat untuk mengambil tindakan harus melakukan pendekatan yang seperti apa pada suami.

Misalnya, apakah dengan membicarakan masalah tersebut berdua secara baik-baik dan kemudian diperbaiki atau justru memutuskan untuk menyudahi hubungan pernikahan karena sudah tidak dapat diperbaiki lagi.

Semua keputusan yang dapat diambil bergantung pada kedua belah pihak. Saat memberi keputusan pikirkan juga masalah anak jika telah memiliki buah hati.

Kumpulan Berita Terkait