Dua Hari Operasi Kewilayahan, Polda Metro Jaya Ciduk 39 Penjahat Jalanan

Tandaseru – Hingga hari kedua Operasi Kewilayahan Mandiri, Polda Metro Jaya sudah menindak 57 kasus tindak pidana kejahatan jalanan. Setidaknya 39 pelaku sudah ditahan dari kasus yang berbeda-beda.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengungkapkan, Operasi Kewilayahan Mandiri berfokus pada kejahatan jalanan, seperti pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian dengan kekerasan (curas).

“Kita sudah melakukan penangkapan, 57 kasus selama dua hari ini. Kemudian dari 57 kasus itu yang dilakukan penahanan 39 (tersangka),” kata Kombes Argo di kantornya, Kamis (5/7/2018).

Dia belum memberikan informasi lebih rinci apakah 39 pelaku kejahatan itu berhubungan dengan sindikat jambret yang menamakan kelompoknya dengan Tenda Orange.

“Itu masih dalam pendalaman karena berbagai macam kelompok itu banyak sekali. Kita sedang data,” ucapnya.

Kejahatan jalanan seperti jambret marak terjadi belakangan ini. Penjambretan bahkan pernah menimpa Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarief Burhanuddin yang mengakibatkan tulang bahu kiri patah akibat jatuh dari sepedanya.

Penjambretan juga dialami seorang perempuan bernama Warsilah (37) di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Barat, mengakibatkan korban meninggal dunia karena terjatuh dari sepeda motor yang ditumpanginya.

Kemarin, Rabu (4/7/2018) sekitar pukul 19.00 WIB, aksi penjahat jalanan kembali terjadi, yakni di Pakajon, Cipondoh, Tangerang Kota. Akibatnya, korban bernama Sarifah meninggal karena ditembak dan ditusuk oleh begal yang hendak mencuri motornya.

Kumpulan Berita Terkait