Operasi Kewilayahan Mandiri, Polisi Amankan 1.953 Pelaku Kejahatan Jalanan

Tandaseru – Operasi Kewilayahan Mandiri telah dilaksanakan selama dua minggu. Hasilnya, sebanyak 1.953 pelaku kejahatan jalanan berhasil diamankan. Dari total tersebut, setidaknya ada 320 pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.

“Total sudah ada 643 kasus yang kami tangani sejak 3-12 Juli 2018,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (13/7/2018).

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini menuturkan selain pelaku yang ditahan, sisanya sebanyak 1.551 orang dilakukan pembinaan dengan diserahkan ke Departemen Sosial. Selain pelaku, polisi juga mengamankan beberapa barang bukti untuk melancarkan aksi kejahatannya.

“Selama dua minggu ini kita dapatkan senjata yang aneh yakni di antaranya keris yang dibungkus kain putih dan pemecah gembok yang ukurannya sepanjang 1,5 meter untuk kejahatan rumah kosong (rumsong),” ungkapnya.

Para penjahat yang ditangkap ini, adalah pelaku kejahatan jalanan atau Street Crime meliputi aksi menjambret, membegal, mencuri, dan sejenisnya. “Kasusnya banyak, jambret, begal, rumsong (rumah kosong), penganiayaan, curanmor, dan sejenisnya. Lalu ada juga pelaku yang gunakan senpi (senjata api),” papar Argo.

Sebelumnya, Jajaran Polda Metro Jaya menggelar Operasi Kewilayahan Mandiri untuk mencegah adanya kejahatan jalanan yang akhir-akhir ini terjadi sesuai dengan perintah Kapolri Jenderal Polisi H. Muhammad Tito Karnavian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengungkapkan operasi ini akan dilakukan selama satu bulan yakni mulai dari 3 Juli sampai dengan 3 Agustus 2018.

Dalam Operasi Kewilayahan Mandiri ini, mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini menerangkan diturunkan sebanyak 1.000 personel yang tergabung dari Polda Metro Jaya dan 13 Polres wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Kumpulan Berita Terkait