Para Kasim Istana Kerajaan yang Hidup Tanpa ‘Burung’

Tandaseru – Orang Kasim Istana Kerajaan “eunuch”  bisa diartikan sebagai “penjaga tempat tidur”. Hal tersebut dilakukan oleh para lelaki yang tak memiliki alat vital, alasannya karena cedera atau karena dibuang secara sengaja.

Mereka biasanya menjadi pelayan dalam lingkup kerajaan. Catatan sejarah ini rupanya benar-benar nyata. Kebanyakan dari mereka merupakan para budak yang memang sengaja di kebiri.

Pengebirian ini bahkan dilakukan bahkan ketika mereka masih anak-anak. Catatan paling awal tentang pengebirian dengan sengaja yaitu untuk menghasilkan orang kasim yang berasal dari kota Lagash di Sumeria pada abad ke-21 SM.

Setelah berlalu selama berabad-abad, praktek ini berkembang secara luas dengan tujuan berbeda-beda di banyak kebudayaan.

Ada yang tujuannya untuk menjadi Kasim kerajaan, penjaga kerajaan, para pelayan harem, tentara, penyanyi, dan pejabat pemerintah hingga pendeta.

Apabila kebiri dilakukan pada pelayan atau budak kerajaan, tujuannya agar menjadi orang yang dipercaya untuk mendapat akses fisik ke lingkungan istana.

Tanpa nafsu birahi dari seorang penjaga istana, tentunya para raja akan merasa lebih aman memerintahkan mereka dalam melayani permaisuri, para selir hingga putri kerajaan.

Bahkan, para kaksim kerajaan dipercaya tidak memiliki kepentingan untuk membangun ‘dinasti’-nya sendiri.

Alasannya karena kondisi mereka yang dipandang memiliki status rendah, mereka pun dapat dengan mudah digantikan atau dibunuh tanpa menimbulkan kehebohan.

Menurut sejumlah sumber, orang kasim pertama disebutkan di Kekaisaran Asyur. Mereka biasa tampil di istana kaisar-kaisar Akhemenid dari Persia atau firaun dari Mesir.

Sementara di Tiongkok kuno, pengebirian menjadi salah satu bentuk hukuman tradisional dan sarana untuk mendapatkan pekerjaan di kalangan istana Kaisar. Bahkan, pada akhir Dinasti Ming ada sekitar 70.000 orang kasim.

Seiiring berjalannya waktu, Kasim akhirnya mendapat kepercayaan lebih dengan mendapat jabatan publik yang prestisius.

Dalam sejarah kerajaan-kerajaan Cina dan Korea, para kasim memegang peranan penting dan mereka memiliki pengaruh besar di lingkungan istana.

Dibalik penderitan hingga jabatan diatas. Pengebirian pada pelaku kejahatan seksual tetap memiliki dampak negatif. Efek negatif paling nyata adalah perubahan fisik berupa penuaan dini.

Sebab akibat pengeropasan tulang bila dilakukan pengebirian secara kimiawi dan perubahan bentuk tubuh pria menjadi feminim bila dilakukan operasi pembuangan testis.

Pengebirian yang terjadi pada para kasim istana kerajaan ini sebenarnya lebih mematikan fungsi fisik bukan mentalnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -