Pascagempa di Sulteng, 1.602 Napi Masih Kabur

Tandaseru – Polisi merilis data jumlah Narapidana (Napi) yang masih kabur dari Lapas pascagempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah sebanyak 1.602 Warga Binaan Pemasyarakatan.
Update data setelah melakukan koordinasi dengan Kanwil Kemenkumham Provinsi Sulawesi Tengah (Sulten) Sulteng,” kata Karo Penmas DivHumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018).

Dari data tersebut tercatat, Lapas Klas II A Palu yang masih melarikan diri sebanyak 647 orang, sedangkan sudah kembali ke tahanan 27 orang. Kemudian di LPKA Klas II Palu, yang masih belum lapor sebanyak 28 napi, dan yang sudah kembali hanya satu orang.
Lalu, LPP Klas III Palu dari total warga binaan sebanyak 87 orang, tidak ada satupun yang kembali ke dalam Lapas. Selanjutnya, Rutan Klas IIA Palu yang masih melarikan diri sebanyak 447 Napi dan yang sudah kembali hanya 18 orang.
Setelah itu, Rutan Klas IIB Donggala, Napi yang masih melarikan diri sebanyak 333 orang dan kembali ke Rutan hanya sembilan orang. Lalu, Rutan Parigi, yang masih melarikan diri 60 orang dan 177 di antaranya telah mendekam dibalik sel.
“Warga binaan keluar karena kondisi Lapas, LPKA, rutan dan cabang rutan mengalami kerusakan saat gempa terjadi,” tutup Dedi.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -