PBNU Kecam Pernyataan Dubes Saudi yang Sebut GP Ansor Organisasi Sesat

Tandaseru – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan pernyataan keras atas pernyataan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osamah Muhammad Al-Suaibi yang mengatakan GP Ansor sebagai organisasi menyesatkan melalu aku twitternya.

Ketua umum PBNU, Said Aqil Siroj menyayangkan ucapan Osamah yang ditulis di akun media sosialnya itu. Ia pun menerjemahkan pernyataan Osamah yang ditulis dalam bahasa Arab.

“Massa yang berjumlah lebih dari 1 juta berkumpul demi menyatakan persatuan umat Islam merupakan reaksi keras terhadap dibakarnya bendera tauhid oleh pihak atau seorang dari pihak organisasi sesat menyimpang,” ujar Said mengutip unggahan Dubes Osamah.

Said Aqil menjelaskan, munculnya status itu mencoreng hubungan baik antara Indonesia dengan Arab Saudi. Ia mendesak pemerintah Indonesia meminta Kerajaan Arab Saudi untuk menarik Osamah sebagai sanksi atas pernyataan tersebut.

“Mendesak kepada pemerintah RI untuk menyampaikan nota kepada pemerintah Saudi agar memulangkan, menarik saudara Osamah sebagai bagian dari sanksi atas tindakannya yang gegabah dengan mencampuri urusan politik negara Indonesia,” ujarnya.

Said menyesalkan, Osamah telah sengaja menyebarkan fitnah dengan menuding aksi pembakaran bendera tauhid beberapa waktu lalu dilakukan oleh organisasi sesat atau menyimpang.

“Padahal, terkait hal ini GP Ansor sudah memberikan sanksi kepada oknum yang melakukan pembakaran dan tindakan tersebut keluar dari SOP GP Ansor. Bahkan, kami keluarga besar NU menyesalkan kejadian tersebut,” imbuh dia.

Menurut dia, Indonesia adalah negara yang memiliki hubungan diplomatik sangat baik dengan Kerajaan Arab Saudi.

“Kami ingin hubungan ini terus terjaga dengan baik, mengingat selain masalah penyelenggaraan ibadah haji, kami berharap pemerintah Saudi dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat Indonesia yang berada di Saudi,” ujarnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait