PDIP: Pidato AHY Wujud Aspirasi Tersumbat di Kubu 02

Tandaseru – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto angkat suara soal pidato politik Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kemarin malam.

Hasto menyebut pidato AHY yang mewakili Ketua Umum Demokrat SBY, dilakukan karena ada aspirasi yang tersumbat pada koalisi paslon presiden dan wakil presiden 02, Prabowo-Sandi.

“Mungkin ada aspirasi yang tersumbat ya di pasangan 02, sehingga Pak AHY harus melakukan pidato politik,” kata Hasto, Sabtu (2/3).

Hasto mengatakan, pidato politik jelang pemilihan presiden seharusnya dilakukan oleh calon presiden dan wakil presiden yang berkontestasi. Meski begitu Hasto menilai positif pidato politik AHY, selama itu mencerahkan dan membangun peradaban untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Kami menilai itu merupakan hal yang positif, karena memang sudah menjadi hak tiap pimpinan parpol untuk menyampaikan pidato,” kata dia lagi.

Sebelumnya, Komandan Komando Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato politik.

AHY dalam pidato yang berjudul ‘Rekomendasi Partai Demokrat untuk Presiden Indonesia Mendatang’ tersebut menilai polarisasi masyarakat di dua kubu sangat tajam. AHY menyoroti fenomena masyarakat saling menebar kebencian, fitnah, hoaks, hingga isu SARA yang makin marak.

“Pemilu memang keras, tapi tak sepatutnya menimbulkan perpecahan dan disintegrasi,” kata AHY.

Atas fenomena jelang pilpres itu, AHY menyoroti soal sistem pemilihan presiden yang membuat masyarakat tidak mempunyai pilihan.

“Peraturan presidential threshold, yaitu ambang batas 20 persen dukungan parlemen atau 25 persen suara nasional untuk mengusung capres, membatasi pilihan masyarakat atas calon pemimpin nasionalnya,” kata dia.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait