Pekerjaan Paling Absurd ‘Heoibikuni’, Menutupi Kenyataan Saat Majikan Kentut

Tandaseru – Jepang merupakan negara yang memiliki tradisi unik. Mulai dari upacara adat, pakaian, hingga pekerjaan. Salah satunya pekerjaan paling absurd yang ada di Jepang bernama Heoibikuni.

Namun, seiring perkembangan zaman tradisi Heoibikuni yang dinilai kurang pantas kini mulai ditinggalkan.

Heoibikuni sebenarnya pekerjaan yang sangat mudah untuk dilakukan. Tak memerlukan ijazah, pengalaman, ataupun pelatihan. Bahkan, segala usia juga bisa melakoninya.

Pekerjaan paling absurd ini harus menyiapkan mental yang kuat

Hal terpenting yang harus disiapkan oleh Heoibikuni adalah mental. Sebab mereka harus siap dituduh atas apa yang tidak mereka lakukan. Sekalipun tuduhan itu dianggap memalukan.

Heoibikuni pada dasarnya merupakan pekerjaan yang menjadi tertuduh atas kentut yang dikeluarkan oleh orang lain.

Zaman dahulu anak perempuan dan istri orang kaya sangat suka memamerkan harta kekayaannya. Hingga kehormatan dan sikap sopan santun menjadi hal utama yang senantiasa mereka jaga.

Sampai tidak ingin kesalahan kecil bisa menjatuhkan harga dirinya.  Untuk itu, banyak orang kaya yang menyewa jasa Heoibikuni.

Heobikuni dihentikan saat era modern datang

Mereka tidak ingin terlihat malu di hadapan umum. Apalagi jika sampai kentut atau melakukan hal yang dianggap ‘tidak pantas’. Kentut memang menjadi momok menakutkan di Jepang pada zaman itu.

Sejak abad ke 16 pekerjaan ini telah ada dan dihentikan pada 1868. Alasan dihentikannya pekerjaan ini karena hadirnya kehidupan modern di Jepang.

Derita Heoibikuni

Kebanyakan Heoibikuni adalah seorang wanita. Heoibikuni harus menemani majikannya ke mana pun ia pergi selama seharian penuh.

Derita Heoibikuni akan dimulai saat sang majikan merasa tak sanggup menahan gejolak di dalam perutnya.

Kalau sudah terdengar bunyi hembusan atau justru lengkingan tinggi dan tiba-tiba aroma menyengat merebak, majikan akan menuduh Heoibikuni sebagai pelaku pembuang kentut.

Para Heoibikuni pun terpaksa mempermalukan diri mereka sendiri demi memenuhi kebutuhan hidup.

Bagaimana menurut Anda, ketika ada seorang bangsawan yang dituntut harus menjaga kehormatan dengan tidak melakukan perbuatannya sendiri.

Meski sejatinya hal itu hanya mekanisme alami tubuh saja. Mereka memanfaatkan Heoibikuni yang bisa dikatakan pekerjaan paling absurd demi menanggung apa yang telah mereka perbuat.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait