Pelaku Jasa Pijat Plus-Plus Pria di Tanjung Priok Sudah 1,5 Tahun Jalankan Bisnis itu

Tandaseru – Utis Kesdian (30), pelaku prostitusi dengan membuka layanan pijat plus-plus dengan terapis laki-laki di media sosial mengaku sudah melakukan praktek bejadnya itu selama 1,5 tahun.

“Pelaku ini mengaku sudah 1,5 tahun memunyai jasa pelayanan pijit plus-plus. Ia mematok tarif senilai Rp. 500 ribu,” kata Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP Faruq Rozi saat dihubungi, Kamis (27/6).

Faruk menambahkan, Utis tak memunyai jumlah karyawan tetap. Bisanya, pria yang berkerja bersama Utis bersifat feeelance atau pekerja paruh waktu.

“Pria yang mijit ini freelance,” singkat Faruk.

Sebelumnya, pihak kepolisian tengah melakukan patroli di media sosial pada 19 Juni 2019. Lantas, pihaknya menemukan akun “PIJIT SENSUAL yang dikelola oleh Utis.

Untuk memancing Utis, pihak kepolisian kemudian memesan dua orang laki-laki yang dipekerjakaan oleh Utis. Untuk tarif satu orang terapis, Utis membandrol harga Rp. 500 ribu.

“Menindak lanjuti temuan itu anggota opsnal memesan dua orang tukang pijit yang melayani plus-plus dengan tarif Rp 500 ribu rupaiah per orang,” sambungnya.

Akhirnya pada tanggal 26 Juni 2019, polisi berencana bertemu Utis di sebuah hotel di kawasan Sunter sekira pukul 19.30 WIB. Lantas Utis datang bersama rekannya yang bernana Wahyudin.

“Sekira jam 20.40 WIB polisi melakukan penangkapan di kamar nomer 1304 hotel kawasan Sunter, Jakarta Utara dan didapati saksi dalam keadaan telanjang di dalam kamar hotel. Selanjutnya pelaku berikut barang bukti dibawa ke kantor Polres Pelabuhan Tanjung Priok guna proses penyidikan,” papar Faruq.

Atas perbuatanya, pelaku dikenakan Pasal 2 ayat (1) UU RI nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait