Pemimpin Austria yang Baru Dituding Pro-Nazi dan Anti-Islam

PARIS (!) – Uni Eropa diminta untuk tidak menerima Kanselir Austria yang baru, Sebastian Kurz, lantaran dituduh sebagai pewaris Nazi dan memiliki sikap anti-Islam dan anti-imigran.

Kurz berasal dari Partai Rakyat Austria (OVP), berhaluan sayap kanan, berhasil menjadi pemimpin negara termuda. Ia saat ini
berusia 31 tahun.

Mengutip situs Anadolu Agency, Sabtu (30/12), permintaan tersebut berasal dari para mantan pemimpin negara anggota Uni Eropa di antaranya mantan Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner, mantan Menteri Luar Negeri Spanyol Miguel Moratinos, mantan Presiden Gerakan Anti-Rasisme Eropa, Benjamin Abtan, serta veteran ‘pemburu Nazi’ Beate dan Serge Klarsfeld.

Mereka menyerukan untuk memboikot Austria yang akan mengisi jabatan Kepresidenan Uni Eropa di paruh kedua tahun 2018.

“Jangan mengalihkan pandangan kita. (Kurz adalah) Ahli waris Nazis yang mulai berkuasa di pemerintahan Austria yang baru. Kami semua prihatin karena kita semua terancam oleh ideologi kebencian yang fatal,” bunyi pernyataan resmi tersebut.

Pemerintahan koalisi baru Austria di bawah Kanselir Sebastian Kurz bersifat konservatif, dan dibentuk oleh OVP dan Partai Kebebasan Austria (FPO), dinilai memiliki sikap anti-Islam dan anti-imigran.

Sekretaris Jenderal Partai Kebebasan Austria, Harald Vilimsky, mengecam seruan tersebut sebagai ‘manuver transparan’ dan ‘upaya terakhir dari kiri bersatu.’

“Tidak ada suara-suara yang mengagung-agungkan politik masa lalu. Kami protes dengan tuduhan itu,” ungkap Vilimsky. Kurz bersama Wakil Kanselir Austria, Heinz-Christian Strache, dilantik pada 18 Desember 2017.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -