Penangguhan Penahanan Dikabulkan, Eggi Sudjana Tetap Harus Wajib Lapor

Tandaseru – Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah mengabulkan penangguhan penahanan tersangka kasus makar, Eggi Sudjana. Sejalan dengan itu, Eggi masih harus melaksanakan wajib lapor setiap Senin dan Kamis.

“Eggi Sudjana nanti akan wajib lapor setiap Senin dan Kamis,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin (24/6).

Untuk diketahui, penangguhan penahanan dari keluarga Eggi dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dikabulkan penyidik malam ini. Dasco menjaminkan dirinya untuk Eggi.

“Hari ini Senin, 24 Juni pengajuan penangguhan penahanan oleh penjamin Pak Dasco itu dikabulkan oleh penyidik. Jadi, untuk malam ini tersangka Eggi Sudjana bisa kembali ke rumah. Nanti akan diantar pengacaranya,” ujar Argo.

Argo mengatakan, untuk mengabulkan permohonan penangguhan penahanan itu, penyidik terlebih dahulu melakukan evaluasi. Salah satu pertimbangan penyidik mengabulkan, karena Eggi dinilai kooperatif selama pemeriksaan.

“Jadi, setelah kita lakukan pertanyaan oleh penyidik semua kooperatif. Kedua, Pak Eggi tidak akan menghilangkan barang bukti dan tidak akan melarikan diri,” beber Argo.

Tim Advokasi BPN Eggi ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan makar pada Selasa, 7 Mei 2019. Penyidik menemukan sejumlah alat bukti yang cukup untuk Eggi, di antaranya, video Eggi yang menyuarakan people power dan bukti pemberitaan di media daring.

Penyidik juga sudah memeriksa enam saksi dan empat ahli. Keterangan tersebut kemudian dicocokkan dengan barang bukti dan dokumen yang telah disita.

Setelah penetapan tersangka, penyidik meringkus Eggi pada Selasa, 14 Mei 2019. Politikus PAN itu dinilai penting ditangkap untuk memenuhi prosedur penyidikan.

Kemudian, pada Selasa, 14 Mei 2019 pukul 23.00 WIB penyidik menahan Eggi. Ia dimasukkan ke dalam ruang tahanan Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya. Ia ditahan untuk 20 hari ke depan. Masa tahanan Eggi pun telah diperpanjang pada Senin, 3 Juni lalu untuk 40 hari ke depan.

Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana. Dia diduga melakukan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, menyiarkan suatu berita yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat, atau menyiarkan kabar yang tidak pasti. Ancamannya penjara seumur hidup.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait