Penerimaan Pajak DKI pada 2017 Capai Rp35,3 Triliun

JAKARTA (!) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhasil mencapai target penerimaan pajak pada 2017 dengan membukukan sebesar Rp35,3 triliun.

Tak hanya itu, menurut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tercapainya target penerimaan pajak 2017 merupakan kali pertama Pemprov DKI melakukannya sejak 2013 silam.

“Berkat kerja keras seluruh pegawai Badan Pajak Restribusi Daerah. Untuk itu saya ucapkan selamat dan terima kasih,” kata Anies di Kantor Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD), Jakarta Pusat, Selasa (2/1).

Anies menyatakan pertumbuhan penerimaan pajak DKI memang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Pada 2014 penerimaan pajak tercatat Rp27 triliun, lalu pada 2015 meningkat Rp29 triliun, kemudian pada 2016 menjadi Rp31 triliun dan pada 2017 naik lagi menjadi Rp35,3 triliun.

“Tapi yang menarik, peningkatan dari tahun ke tahun selalu enam persen kali ini peningkatannya menjadi delapan persen,” ujarnya.

Meski demikian, Anies mengingatkan Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) untuk tidak berpuas diri terhadap capaian 2017.

“Pertanyaanya saat ini kan bukan hanya lebih baik jumlahnya tapi harus lebih baik peningkatannya,” tegas Anies.

Berdasarkan data BPRD, lanjut Anies, penerimaan pajak paling tinggi disumbang dari pajak reklame sebesar 106 persen dan BPHTP (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) sebesar 121 persen.

“Jadi dari ini saja kita sudah menyaksikan adanya peningkatan yang signifikan ada pun angka yang tidak tercapai itu pajak air dan tanah ini 95 persen serta pajak hiburan sebesar 94 persen,” kata Anies.

Anies berharap penerimaan pajak yang belum tercapai tersebut dapat tercapai pada tahun-tahun mendatang, dan yang sudah tercapai juga harus dapat diingkatkan.

“Tadi saya sampaikan juga, ini menjadi pedoman kita untuk menjadi lebih baik ke depan dan target tahun depan kita pastikan targetnya tinggi. Kita ingin BPRD berprestasi lagi seperti 2017,” pungkasnya.

Kumpulan Berita Terkait