Pengungsi Gempa Lombok Bertambah, BNPB: Saat Ini Tercatat 156.003 Orang

Tandaseru – BNPB menyebutkan jumlah pengungsi korban bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat diperkirakan terus bertambah. Hingga saat ini data sementara pengungsi mencapai 156.003 orang.

Dari jumlah tersebut, BNPB mencatat di Lombok Utara 55.390 orang pengungsi, Lombok Timur 29.195 orang, Lombok Barat 39.599 orang dan Kota Mataram 31.819 orang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memperkirakan data pengungsi akan bertambah mengingat belum semua pengungsi terdata dengan baik. Karena itu, kebutuhan dasar pengungsi terus ditambah.

“Dapur umum dan dapur lapangan terus didirikan di beberapa lokasi oleh TNI, Polri, Tagana, SKPD, BPBD Jawa Tengah, NGO, dan masyarakat. Logistik juga terus didistribusikan. 100 ton beras telah dikeluarkan dari Depo Logistik oleh Dinas Sosial dan BPBD NTB,” ungkapnya, Kamis (9/8/2018).

Dia menjelaskan distribusi bantuan mengerahkan relawan-relawan dengan kendaraan untuk menyalurkan ke daerah-daerah yang terisolir dan belum menerima bantuan. Lebih dari 200 kendaraan mengakut logistik kebutuhan dasar pengungsi seperti makanan, air mineral, selimut, tikar, pakaian dan sebagainya telah disalurkan dari Gudang BPBD NTB pada (8/8/2018).

Untuk layanan kesehatan korban kata Sutopo dilakukan oleh Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, dan relawan. Saat ini Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso milik TNI sudah sandar di Lombok Utara dan langsung melayani pasien korban gempa.

Sementara itu, Kapal RS Apung Prabu Airlangga dalam perjalanan ke Lombok Utara. Rumah sakit lapangan sudah beroperasi melayani masyarakat yaitu di Sembalun di Lombok Timur yaitu RS Batalyon Kesehatan 1, dan di Lombok Utara ada 2 rumah sakit lapangan  yaitu dari RS Yonkes 2  oleh Marinir dan Kostrad. Rumah sakit dan puskesmas juga terus melakukan pelayanan kesehatan.

 

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -