Penipu Bermodus Bantu Honorer Jadi PNS Raup Keuntungan Rp 5,7 Milliar

Tandaseru – Polda Metro Jaya menangkap penipu dengan modus bisa membantu pegawai honorer menjadi PNS. Selama 8 tahun beraksi, pelaku mendapat keuntungan sebesar Rp 5,7 milliar.

“Untuk keuntungan uang yang diterima tersangka Rp 5,7 Miliar tapi masih didalami oleh penyidik apakah itu dibelikan barang atau tidak,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/8).

Argo menyebut keuntungan itu dihitung penyidik berdasarkan barang bukti yang berhasil disita yakni 128 lembar kwitansi dengan jumlah uang yang tertulis berbeda-beda nominalnya. Uang itu dikatakan Argo digunakan tersangka hanya untuk membayar hutang dan berfoya-foya.

“Kita tanya (uang hasil penipuan) untuk apa ya untuk berfoya-foya dan ada gali lubang dan tutup lubang. Tapi masih di dalami oleh penyidik apakah itu dibelikan barang atau engga,” sambungnya.

Dari keterangan tersangka kepada polisi, tersangka mengakui menggunakan uang hasil penipuan itu untuk datang ke tempat hiburan malam secara berturut-turut. Tersangka di tempat hiburan malam itu juga kerap dipanggil Pak Bos karena tersangka kerap menyambangi tempat hiburan malam itu usai berhasil menipu korbannya.

“Tersangka ini setelah dapat uang untuk apa, tersangka cerita ‘setiap malam saya dugem di Mangga Besar, minum bir juga,” kata Argo.

“Pokoknya setiap dapat hasil dia dugem di Mangga Besar sampai uangnya habis,” tegasnya.

Sebelumnya diketahui, Bima melakukan aksi penipuan selama 8 tahun sejak tahun 2010 hingga 2018. Ia menipu orang-orang yang mau menjadi PNS dengan menawarkan bahwa dia bisa membantu meloloskan korban hingga menjadi seorang PNS.

Tersangka mengaku bekerja di Kemendikbud sebagai seorang PNS. Tersangka akhirnya ditangkap polisi pada akhir Bulan Juli 2019 di rumah kontrakannya di daerah Pulo Gadung, Jakarta Timur.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP tentang penipuan atau penggelapan. Tersangka terancam hukuman 4 tahun penjara.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait