Tanda Seru
Cek Fakta Berita di Indonesia

Penyebab GoPro Merugi dan Mengorbankan Ratusan Karyawan

JAKARTA (!) – Perusahaan teknologi, GoPro, memutuskan untuk memangkas jumlah karyawannya sebanyak 255 orang dan menyusun ulang program dengan memotong anggaran sebesar US$80 juta (sekitar Rp1,060 triliun).

Tak hanya itu, divisi aerial paling berdampak dari restrukturisasi perusahaan karena mayoritas karyawan yang dirumahkan berasal dari divisi ini, yang juga bertanggung jawab atas pembuatan pesawat nirawak atau drone bernama Karma.

CEO GoPro, Nicholas Woodman, mengirimkan surat elektronik (email) internal ke seluruh karyawan yang mengatakan rencana untuk memberhentikan karyawan dengan dalih restrukturisasi bisnis.

“Keputusan ini dibuat untuk menyelesaikan sumber daya perusahaan untuk kebutuhan bisnis,” kata Woodman, seperti dikutip The Verge, Selasa (9/1).

Kendati demikian, karyawan yang terkena imbas pemutusan hubungan kerja (PHK) tetap mendapat bayaran hingga 16 Februari 2018.

GoPro.
Drone Karma.

Diversifikasi produk nampaknya tak mampu memberikan pengaruh bagi bisnis GoPro. Penjualan Drone Karma yang sejak awal sempat didera berbagai krisis disinyalir tak sesuai harapan perusahaan.

Sejumlah kasus sempat mewarnai kemunculan Drone Karma sejak dipasarkan perdana.

GoPro sempat memutuskan untuk menarik kembali penjualan Drone Karma akibat masalah baterai yang memicu drone tiba-tiba jatuh saat terbang.

Usai melakukan perbaikan, GoPro memastikan Karma bisa dijual kembali pada Februari 2016.

Akan tetapi, kembalinya Drone Karma saat itu menjadi pil pahit, lantaran pesaingnya, DJI, telah memperkenalkan Drone Mavic Pro dan Spark ke pasaran.

Tak hanya itu, DJI bahkan dikabarkan tengah menyiapkan kerja sama dengan pembesut drone 3DR asal California, Amerika Serikat, untuk menyingkirkan GoPro dari pasaran.

Anda mungkin juga berminat