Permintaan Maaf Ketua Forum Masyarakat Nelayan Kampung Baru Dadap Berujung Pemberhentian Kasus?

Tandaseru – Polisi akan berkoordinasi dengan PT Kapuk Niaga Indah (KNI) terkait permohonan maaf Ketua Forum Masyarakat Nelayan Kampung Baru Dadap, Waisul Kurnia apakah diterima atau ditolak. Jika diterima, polisi akan memberhentikan kasus tersebut.

Pemberhentian kasus dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian ini jika pihak pelapor mencabut laporan yang sudah dibuat.

“kalau pelapor menerima permintaan maaf dan memaafkan dan pelapor mempunyai inisiasi untuk menuntaskan kasusnya ya kalau iya bisa diselesaikan,” kata Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Adi Deriyan saat dihubungi, Jumat (15/3).

Untuk diketahui, kasus yang menjerat Waisul itu lantaran pernyataannya yang mempertanyakan kejelasan proyek pembangunan jembatan reklamasi di Dadap. Pernyataan Waisul ada dalam video wawancara awak media yang diunggah ke YouTube.

Atas hal itu, dia dilaporkan ke polisi oleh kuasa hukum PT KNI, Reinhard Halomoan, dengan nomor LP/4243/VIII/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus pada 10 Agustus 2018. Meski berstatus tersangka, Waisul tidak ditahan dan dikenakan wajib lapor.

Waisul dijerat pasal 27 ayat 3 Jo pasal 45 ayat 3 Jo pasal 28 ayat 2 Jo pasal 45 A ayat 2 Jo pasal 36 UU Nomor 19 Tahun 2016, perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), pasal 15 dan 24 UU Nomor 1 Tahun 1946, pasal 310 dan 311 KUHP.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait