Perusahaan Besar Slovenia Minat Kerja Sama dengan Mitra Indonesia

Tandaseru – Sejumlah perusahaan besar Slovenia tertarik menjajaki kerja sama dengan mitra Indonesia di tengah kondisi ekonomi Eropa yang dibayangi isu politik Brexit, konflik regional, dan perang dagang dengan Amerika Serikat.

Keinginan itu terungkap dalama pertemuan Dubes RI untuk Austria merangkap Slovenia Dr. Darmansjah Djumala dengan pengusaha ternama Slovenia di Ljubljana, Selasa (4/12).

Pertemuan itu diikuti puluhan pimpinan perusahaan besar Slovenia yang hampir seluruhnya pada level CEO, antara lain dari Adria Kombi, Plasta, Interenergo, Solvera Lynx, ISKRA, Ernst & Young.

Di hadapan pengusaha tersebut, Dubes Darmansjah menginformasikan perkembangan terkini perekonomian Indonesia, memperkenalkan produk ekspor unggulan dan proyek investasi serta destinasi wisata ternama di Indonesia.

“Inilah saat yang tepat untuk menembus pasar dan berinvestasi di Indonesia. Kemudahan menjalankan bisnis, transparansi, dan iklim investasi yang baik memberikan peluang FDI 100% di sektor wisata, produksi film, dan e-commerce bekerja sama UKM,” katanya dalam siaran pers yang diterima tandaseru.id, Jumat (7/12).

temu bisnis dubes wina
(Kedubes RI Wina)

Menurut Dubes Darmansjah, meskipun nilai perdagangan Indonesia dengan Slovenia relatif kecil, nilai perdagangan pada tahun 2017 menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya.

“Terdapat potensi yang besar dalam peningkatan ekspor Indonesia, khususnya dengan memanfaatkan keberadaan Pelabuhan Koper di Slovenia sebagai pintu masuk produk Indonesia ke pasar Eropa Tengah dan Timur,” ungkapnya.

Perdagangan RI-Slovenia

Dia mengungkapkan, total perdagangan Indonesia dengan Slovenia pada 2017 tercatat sebesar USD 120,6 juta, meningkat 17% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berjumlah USD 102,8 juta.

Investasi Slovenia di Indonesia pada 2017 berada pada peringkat 73 dengan nilai USD 0,5 juta. Adapun jumlah wisatawan Slovenia yang berkunjung ke Indonesia dalam 3 tahun terakhir meningkat 23,2%.

Pengusaha Slovenia tersebut menyatakan tertarik untuk menjajaki kerja sama di Indonesia dengan melihat potensi perekonomian nasional yang sangat menjanjikan. Apalagi, kondisi ekonomi Eropa saat ini masih dibayangi isu politik Brexit, konflik regional, dan perang dagang dengan AS.

Pertemuan itu juga dihadiri oleh Konsul Kehormatan RI untuk Slovenia, ITPC (Indonesia Trade Promotion Center) Budapest dan EIBN (European-Indonesia Business Network).

Pertemuan dan dialog tersebut juga dimeriahkan dengan mini expo yang menampilkan produk kopi, makanan dan minuman, essential oilserta produk unggulan lainnya oleh eksportir produk Indonesia di Slovenia.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait