Pesan MUI untuk Kampanye Damai

Tandaseru – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat Indonesia yang sudah memiliki hak pilih dalam Pemilu 2019 untk bersikap dewasa dan saling menghormati. Kepentingan nasional wajib didahulukan ketimbang kepentingan kelompok atau golongan.

Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, Pemilu merupakan sarana untuk memilih pemimpin nasional lewat sistem pemilihan yang demokratis, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Tujuan utama Pemilu bukan sekadar memilih dan mengganti pemimpin. Namun, untuk membangun sebuah peradaban bangsa yang religius, maju, demokratis, berdaulat, adil dan sejahtera. Perbedaan pilihan hendak disikapi dengan penuh kedewasaan, saling menghormati serta saling memuliakan.

Zainut menilai, masyarakat luas juga harus menjunjung tinggi semangat persaudaraan, persatuan dan kesatuan. “Perbedaan aspirasi politik sebagai rahmat untuk saling menghormati dan memuliakan agar persaudaraan sebagai bangsa tetap terpelihara,” kata Zainut, Selasa (25/9/2018).

MUI mengapresiasi para peserta Pemilu baik Pilpres maupun Pileg yang telah menyatakan komitmen untuk menyelenggarakan Pemilu secara damai. Komitmen itu, kata Zainut, harus dibuktikan dengan tindakan nyata, tidak hanya pemanis bibir belaka.

Karena itu, MUI juga mengimbau kepada seluruh elit politik untuk dapat mengedepankan etika politik yang berkeadaban, santun dengan tidak menampilkan rasa kebencian dan permusuhan. Sebab, kebencian dan permusuhan akan memecah belah dan merusak kerukunan bangsa.

Di satu sisi, para penyelenggara Pemilu wajib bersikap jujur, adil dan profesional. Penyelenggaraan Pemilu yang tertib, aman, damai dan bermartabat menjadi keinginan semua pihak. Terciptanya iklim yang damai membuat rakyat bisa menggunakan hak pilih dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, serta merasa gembira dengan tanpa adanya tekanan dan paksaan.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait