Pidato SBY Berbagi Kesedihan Tanpa Dampingan Ibu Ani

Tandaseru – Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato kontemplasi pada hari ulang tahunnya yang ke-70, Senin (9/9).

Pada kesempatan setelah vakum delapan bulan itu, SBY menyelipkan suasana sedih hati karena tak ada Ani Yudhoyono yang mendampinginya.

“Ini adalah hari ulang tahun yang pertama, yang di tengah malam yang hening, tak ada yang memeluk saya sambil membisikkan kata-kata yang indah ‘selamat ulang tahun, Pepo, happy birthday, panjang usia, bahagia, dan sukses selalu’,” ucap SBY dalam pidatonya di Puri Cikeas.

Terlebih, Ibunda SBY juga berpulang tepat sepuluh haru jelang kelahiran dirinya.

“Sepuluh hari yang lalu, sepuluh hari jelang hari kelahiran saya ini, ibunda tercinta yang melahirkan saya 70 tahun lalu tepat tanggal 9 September 1949, telah dipanggil Allah SWT,” kata SBY.

Dalam pidatonya tersebut, Presiden ke-6 RI itu menegaskan bahwa masyarakat Indonesia harus menjalankan dua nilai fundamental demi merawat persatuan dan kesatuan bangsa. Dua nilai yang dimaksud, yakni kasih sayang dan persaudaraan.

“Pertama kasih sayang, love, di antara kita dan bukan kebencian,” ujar SBY.

Kedua, rasa persaudaraan.

“Brotherhood yang kuat di antara kita sesama warga Indonesia. Bukan membangun permusuhan di antara masyarakat yang berbeda identitas,” lanjut dia.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait