Pilpres 2019, Kapolri: Jangan Ada Isu Provokatif

Tandaseru – Kapolri Jenderal Polisi H. Muhammad Tito Karnavian meminta kepada masyarakat untuk bisa menjaga keamanan dan ketertiban saat Pemilihan Presiden 2019 dengan tidak membawa isu provokatif yang dapat memecah belah bangsa.

“Kita tentu berharap Pilpres 2019 ini berlangsung aman, damai, tidak membawa isu provokatif apalagi black campaign dan lain-lain yang mungkin bisa mengganggu yang lain,” kata Tito di gedung PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2018).

Mantan Kapolda Metro Jaya ini berharap agar masyarakat bisa bersikap secara dewasa dalam menentukan pilihannya. Dia mengungkapkan Polri akan bertindak tegas bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran saat Pilpres 2019 dilaksanakan.

“Polri (memegang) prinsip, kalau sampai ada pelanggaran hukum pasti kita akan lakukan tindakan tegas di samping kita lakukan pendekatan agar tidak terjadi pelanggaran hukum,” jelasnya.

Untuk informasi, Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 akan digelar serentak pada 17 April 2019. Rangkaian tahapan sudah akan dilakukan sejak pada Oktober 2017.

Adapun tahapan lengkap dalam Pemilu adalah sebagai berikut :

1. Masa kampanye direncanakan mulai 13 Oktober 2018 sampai 13 April 2019
2. Verifikasi partai politik pada 1 Oktober 2017
3. Penetapan parpol peserta pemilu akan dilaksanakan pada 1 Maret 2018
4. Pengajuan bakal caleg DPR, DPD, dan DPRD pada Mei 2018
5. Pengajuan bakal calon presiden dan wapres pada Agustus 2018
6. Penetapan DCS DPR, DPD, dan DPRD pada Agustus 2018
7. Penetapan calon presiden dan wapres serta Daftar Calon Tetap (DCT) pada September 2018.
8. Pelantikan DPRD kab/kota dan provinsi pada Agustus sampai September 2019.
9. Pelantikan DPR dan DPD pada 1 Oktober 2019.
10. Pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2019.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id