Polisi Buru Perekam Video Permadi soal Ucapan Revolusi

Tandaseru – Polisi tengah memburu perekam pidato politikus Partai Gerindra Permadi Satrio Wiwoho terkait ujaran kebencian atau makar di Gedung DPR untuk pembuktian kasus.

“Karena pelaporannya waktu itu UU ITE. Jadi yang mendistribusikan, menyebarkan itu kita akan coba fokus untuk kita dapatkan dulu,” kata Dirkrimsus Kombes Iwan Kurniawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/8).

Iwan mengatakan pihaknya telah mencari perekam itu dengan bekal data kehadiran kegiatan di Gedung DPR saat itu. Namun, Iwan mengakui penyidik kesulitan menemukan perekam tersebut.

“Kita cari kita lidik, tapi kelihatannya ada sedikit kesulitan utk menemukan yang bersangkutan,” ujar Iwan.

Terlepas dari itu, Iwan menyebut penyidik telah memeriksa saksi Permadi begitupun pelapor. Kini tinggal menunggu keterangan dari perekam.

Permadi dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh tiga orang berbeda terkait dugaan penyebaran ujaran kebencian dan makar. Tiga laporan itu dibuat berdasarkan video di media sosial YouTube yang menampilkan Permadi menyinggung revolusi.

Laporan pertama dilayangkan Fajri Safi’i, seorang pengacara, Kamis, 9 Mei 2019. Laporan Fajri disusul Stefanus Asat Gusma dan Ketua Yayasan Bantuan Hukum Kemandirian Jakarta Josua Viktor pada Jumat, 10 Mei 2019.

Permadi dilaporkan dengan Pasal 107 KUHP dan 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 4 juncto Pasal 16 Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 14 dan atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait