Polisi: Kelompok SBH Punya 700 Anggota Hacker

JAKARTA (!) – Jajaran Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dengan dibantu aparat dari Polrestabes Surabaya menangkap tiga dari enam pelaku peretas sistem elektronik dan website yang berada di dalam maupun di luar negeri.

Ketiga pelaku yang berinisial NA (21), KSP (21), san ATP (21) tergabung dalam kelompok Surabaya Black Hat (SBH). Dalam kelompok tersebut terdapat ratusan anggota, setiap anggota yang tergabung juga ikut melakukan kegiatan peretasan di dalam maupun luar negeri.

“Dia mempunyai 600 hingga 700 anggota hacker di sana (grup SBH). Dia mempunyai anggota sebanyak itu. Semua anggota melakukan perbuatan itu,” kata Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (13/03).

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini menjelaskan walaupun terdapat 600 sampai 700 anggota dalam kelompok tersebut, polisi belum menemukan bukti tindak pidana kecuali dengan 3 orang yang berhasil ditangkap dan 3 orang yang masih dalam pengejaran.

“Yang ketiga lain masih kita lakukan pencarian. Itu emang komunitas, tapi kan belum tentu pidana 600 hingga 700 itu. Perlu kita pilah peran mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Kasubdit IV Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu menyebutkan tidak ada kualifikasi khusus untuk dapat bergabung dengan kelompok Surabaya Black Hat (SBH).

“Anggota yang bergabung karena memiliki visi dan misi yang sama sebagai hacker di media sosial. Biasa kumpul-kumpul, sharing semua,” ucap Roberto.

Sebelumnya, Subdit IV Cyber Crume Direktorat Reserse Kriminal Khusus berkerjasama dengan Federal Bureau of Investigasi (FBI) membekuk dua orang peretas atau hacker berinisial KPS dan NA dan ATS di daerah Surabaya, Jawa Timur. Penangkapan peretas yang menamakan diri kelompok SBH itu dilakukan Minggu, 11 Maret 2018.

Kelompok ini sudah membobol ratusan website dalam dan luar negeri. “Mereka menjebol sistem pengamanan dari sistem elektronik milik orang lain. Kemudian mengancam atau menakut-nakuti dengan meminta sejumlah uang,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/03).

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -