Polisi Kesulitan Identifikasi Sidik Jari di Bom Molotov Rumah Pimpinan KPK

Tandaseru – Pihak kepolisian mengaku mendapatkan kesulitan dalam mengidentifikasi sidik jari yang berada di bom molotov dalam aksi dugaan teror di rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M. Syarif.

“Ada beberapa kendala yang ditemui karena kejadiannya sudah terlalu banyak dari sekitar yang pegang itu. Kemudian, karena dari api, disiram air, sehingga untuk memunculkan sidik jari itu butuh teknik Inafis untuk cari sidik jari itu,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/1).

Saat ini, kata Dedi, tim gabungan masih menyelidiki semua barang bukti yang ada di situ untuk proses penyelidikan, termasuk kamera CCTV yang berada di rumah pimpinan Lembaga Antirasuah tersebut.

Selain itu, untuk kasus teror bom palsu (fake bomb) di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo, polisi masih berupaya untuk membuat sketsa wajah yang didapat dari keterangan saksi-saksi yang sudah diperiksa.

“Sketsa wajah, itu tidak bisa sekali atau dua kali atau tiga kali, artinya harus berulang kali dan tim sketsa membutuhkan kesabaran menanyakan para saksi itu. Kemudian diklarifikasi lagi mukanya, ternyata kejadian itu satu bulan sebelumnya fake bomb itu. Pemilik warung itu sudah mencurigai, ada apa, ada apa ini,” ucapnya.

Sebelumnya, rumah Ketua KPK Agus Rahardjo yang berada di daerah Bekasi, Jawa Barat dan Wakil Ketua KPK di Kalibata Selatan, Pancoran, Jakarta Selatan diduga dilempari bom molotov oleh orang tidak dikenal pada Rabu (9/1) dini hari tadi.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait