Polisi Minta Pemerintah Tinjau Ulang Peraturan Peredaran Vape di Indonesia

Tandaseru – Polisi meminta pemerintah agar meninjau ulang peraturan peredaran vape atau rokok elektrik di Indonesia. Sementara itu, kepolisian berhasil membongkar peredaran narkoba dengan modus dicampurkan ke liquid vape.

Kasus yang terbaru terjadi di Kelapa Gading, pelaku menyewa sebuah rumah kontrakan yang di dalam terdapat laboratorium untuk meracik liquid vape narkoba. Hasilnya dijual secara vulgar melalui media sosial.

“Ternyata kegiatan pembuatan vape elektrik yang ada narkoba ini sangat rapi, terbukti tetangga tidak tahu kegiatan-kegiatan ini,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (8/11).

Peraturan mengenai vape atau rokok elektrik ini terdapat pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor PMK-146/PMK.010/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau, yang didalamnya juga memuat kebijakan pungutan cukai rokok elektrik 57 persen dari harga jual eceran (HJE).

Dengan alasan itu, Argo menyebutkan agar peredaran vape di Indonesia bisa ditinjau ulang agar tidak ada generasi muda Indonesia yang dihantui dengan peredaran narkoba dengan modus dicampurkan ke liquid vape.

“Kalau bisa ini ditinjau ulang peraturan bisa masuk ke Indonesia atau digunakan, kalau perlu pabrik ini (vape elektrik) tidak boleh masuk ke Indonesia,” ucapnya.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait