Polisi Sebut Ambulans Partai Gerindra yang Bawa Batu ke Jakarta Atas Perintah Ketua DPC Tasikmalaya

Tandaseru – Polisi menangkap 3 orang soal penemuan ambulans berisikan batu milik Partai Gerindra di Jalan Sabang, Jakarta Pusat pada Rabu (22/5). Belakangan diketahui mobil tersebut memang dikirim atas perintah ketua Dewan Pengurus Cabang Tasikmalaya untuk aksi di Jakarta.

Pihak kepolisian juga membenarkan bahwa mobil itu merupakan milik partai besutan Prabowo Subianto tersebut. Argo mengatakan, ketiga terangka langsung diamankan di kawasan Sabang, Jakarta Pusat. Mereka adalah Yayan Hendrayana alias Yayan (59), Obby Nugraha alias Obby (33) dan Iskandar Hamid (70).

“Intinya ada perintah dari ketua DPC bertiga itu berangkat ke Jakarta,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Kamis (23/5).

Mereka berangkat dari Tasikmalaya pada Selasa (21/5) pukul 20.00 WIB. Saat itu mobil dikemudikan oleh tersangka Yandi. Setelah ditelisik, mobil tersebut memang sudah dipersiapkan untuk membantu seandainya ada korban berjatuhan dalam aksi di Bawaslu.

Argo menerangkan, tersangka Iskandar Hamid merupakan Sekretaris DPC Partai Gerindra. Sementara, Obby Nugraha merupakan Wakil Sekretaris DPC Gerindra Tasikmalaya.

“Bertiga menggunakan mobil ambulans berangkat ke Jakarta karena ada instruksi sesuai keterangan tersangka diperintahkan untuk berangkat ke Jakarta,” jelasnya.

Setibanya di Jakarta, tepat di kawasan HOS Tjokroaminoto, dua orang asal Riau menumpang di mobil ambulance itu. Keduanya adalah Hendrik Syamrosa dan Surya Gemara Cibro.

“Setelah kita cek ternyata simpatisan, dia bukan pengurus tapi simpatisan,” katanya.

Pada pukul 04.00 WIB, mereka langsung bergegas menuju gedung Bawaslu untuk menghampiri massa aksi. Namun, ada saksi yang melihat ada massa aksi yang mengambil baru di mobil tersebut.

“Sekitar jam 04.00 WIB terjadi lemparan-lemparan antara petugas dengan pengunjuk rasa di pagi hari itu. Ada lemparan lemparan kemudian ada saksi yang melihat bawa batu diambil dari mobil tersebut. Kemudian tim menyisir dan menemukan mobil itu dan dibawa ke Polda,” singkat Argo.

Atas perbuatannya, kelima tersangka dijerat pasal 55, 56, 170, 212, dan 210 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait