Polisi Tangkap 7 Pencuri Laptop Tenaga Ahli Presiden, 2 Ditembak Mati

Tandaseru – Pihak kepolisian berhasil menangkap tujuh pelaku pencurian laptop milik seorang tenaga ahli Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Armedya Dewangga. Dari tujuh orang itu, dua ditembak mati karena melawan petugas.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono menyebutkan dua pelaku yang ditembak adalah Ramalian alias Ramli dan seorang penadah bernama Heru Astanto. Pelaku lainnya yang ditangkap adalah Hardiwahidin alias Toing, Dani Setiawan, Achmad Mahmudi, Abdul, dan Ade Junaidi.

“Pada saat dilakukan pengembangan guna mencari barang bukti salah satu pelaku atas nama Ramalia alias Ramli mencoba untuk melawan petugas dengan cara merebut senjata salah satu petugas sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur dengan melakukan penembakan terhadap pelaku tersebut sehingga salah satu tersangka meninggal dunia,” kata Argo kepada Tandaseru.id, Minggu (8/6/2018).

Sementara, tiga pelaku lainnya ditembak di bagian kaki karena berusaha lari saat penangkapan.

Argo menyebutkan, setelah menangkap 6 pelaku, pengakuan salah satu pelaku bernama Ade Junaidi bahwa laptop yang berhasil dia curi telah dijual kepada penadah bernama Heru seharga Rp4 juta.

Setelah itu, Heru mengaku sudah menjual kepada Tri Wahyudi di Bekasi. Saat melakukan pengembangan, Heru berusaha melawan dan akhirnya ditembak mati.

“Kemudian tim membawa Heru Astanto ke rumah sakit terdekat. Sesampainya di rumah sakit, Heru Astanto dinyatakan sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Argo.

Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan Armedya Dewanga diduga menjadi korban pencurian dengan modus kempes ban di kawasan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, pada 8 Juni 2018. Dari pencurian itu, satu laptop MacBook Armedya dibawa kabur pencuri.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -