Polisi Tolak Permohonan Ratna Sarumpaet Menjadi Tahanan Kota

Tandaseru – Polisi menolak permohonan dari pihak keluarga Ratna Sarumpaet untuk dijadikan tahanan kota. Permohonan itu ditolak agar proses penyidikan kasus hoaxtersangka tidak terganggu.

“Permohonan tersebut (tahanan kota) belum dapat dikabulkan. Dengan alasan masih dalam proses sidik (penyidikan),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Jakarta, Jumat (12/10).

Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur ini menerangkan pihak kepolisian masih memerlukan keterangan tambahan dari Ratna Sarumpaet. Jika dikabulkan, akan memperhambat proses penyidikan.

“Seperti kemarin contoh, masih perlu pemeriksaan tambahan karena kita mendapatkan pemeriksaan saksi, nah kita kroscek. Jadi ada pemeriksaan-pemeriksaan tambahan itu kita lakukan jadi belum bisa dikabulkan,” ucapnya.

Sebelumnya, pengacara Ratna Sarumpaet, Insank Nasrudin, menyebutkan alasan permohonan agar kliennya menjadi tahanan kota supaya ibunda dari artis Atiqah Hasiholan ini dapat berobat secara mudah.

“Penahanan rutan dan (tahanan) kota jelas beda. Dia kan kalau penahanan kota bisa katakanlah berobat, dia bisa lebih gampang ke rumah sakit. Tapi kalau di rutan kan semua harus ada izin. Mending dia bisa keluar kemana-mana,” kata Insank, Sabtu (6/10).

Ratna ditangkap jajaran Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Terminal II Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (4/10). Penangkapan ini dilakukan setelah polisi melakukan koordinasi dengan Ditjen Imigrasi dengan melayangkan surat permintaan pencekelalan.

Ratna telah ditetapkan sebagai tersangka dengan disangkakan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan Undang-Undang ITE Pasal 28 juncto Pasal 45 dengan ancaman 10 tahun penjara.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait

Tandaseru.id menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman pembaca. Mengerti -