Polresta Barelang Gagalkan Peredaran Sabu 38,66 Kg dari Malaysia

Tandaseru – Satresnarkoba Polresta Barelang berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 38,66 kilogram dari Malaysia yang diselundupkan menggunakan dengan kapal cepat.

Selain menyita sabu seberat 38,66 kg, Polresta Barelang menetapkan empat orang tersangka berinisial TI, FS, JA alias RS dan PES alias PT terkait dengan kasus tindak pidana tersebut.

Keempat tersangka yang diamankan Satresnarkoba Polresta Barelang tersebut ternyata residivis alias pernah ditahan. Bahkan, satu orang di antaranya masih menjalani proses penahanan di Lapas Tanjungpinang.

“Jaringan narkotika ini diduga berasal dari Malaysia yang diangkut menggunakan transportasi laut,” ungkap Kapolresta Barelang Kombes Pol. Hengki di Batam, Kepulauan Riau, Selasa (13/8/2019).

Dia mengatakan, penangkapan berawal saat pihaknya mendapat informasi akan ada penjemputan sabu dari laut perbatasan Indonesia-Malaysia. Dari hasil penyidikan, polisi mengamankan Toni Indra (TI) sesaat usai menerima sabu dari kapal diduga milik warga Malaysia.

“TI kami amankan bersama dua buah tas yang berisi 37 bungkus narkoba jenis sabu yang disimpan di bagian depan speedboat,” ujar Hengki.

Setelah menangkap TI, polisi langsung bergerak ke Tanjung Pinang dan menangkap Putra Eka Satya (PES), serta mengamankan La Ode M Fajar (FS) dan Jonny Andrianto (JA).

“Dari hasil pengembangan para pelaku mengaku diarahkan oleh PES yang ternyata masih mendekam di Lapas Tanjung Pinang,” beber Hengki.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukumannya pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun,” ujar Kapolresta Barelang.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait