Prabowo-Sandi Revisi Visi-Misi, KPU Khawatir Bingungkan Pemilih

Tandaseru – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Hasyim Ashari menilai visi misi merupakan elemen penting yang disampaikan pada masa kampanye. Maka ketika terjadi perubahan atau revisi, hal itu akan membingungkan masyarakat sebagai konstituen.

“Konsistensi visi misi itu menjadi penting. Kalau kemudian berubah-ubah kan kemudian audiens atau pemilih kan menjadi menimbulkan pertanyaan, ‘ini sebenarnya yang mana yang jadi bahan kampanye?” katanya, Jumat (11/1).

Hasyim menjelaskan visi misi merupakan bagian dari dokumen persyaratan pendaftaran yang disampaikan saat pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

Merujuk pada Peraturan KPU (PKPU) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu 2019, masa pendaftaran berlangsung selama tujuh hari, pada 4 – 10 Agustus 2018.

KPU, kata dia, telah memberi waktu bagi paslon untuk merevisi visi misi sebelumnya. Saat itu, imbuhnya, KPU memberi waktu revisi hingga sebelum masa kampanye dimulai.

“KPU mengambil kebijakan pada waktu itu, sekiranya, misalnya karena apa ya, kita tahu semua kan munculnya pasangan calon ini kan waktunya mepet sementara pasangan calon untuk duduk bersama untuk merenungkan merumuskan visi misi program kan mungkin butuh waktu. Perlu mempelajari data, situasi, dan seterusnya,” imbuhnya.

“Sehingga KPU memberikan kesempatan kepada paslon capres cawapres untuk dapat memperbaiki atau merevisi atau melakukan beberapa perubahan-perubahan batasnya kapan, sampai sebelum masa tahapan kampanye,” terang Hasyim.

Hasyim enggan berpendapat jika paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno berkampanye menggunakan visi misi yang baru. Dia menilai hal itu bagian dari strategi paslon.

Diketahui Prabowo – Sandiaga memutuskan merevisi visi misi. Tagline mereka yang sebelumnya ‘Indonesia Adil dan Makmur’, berubah menjadi ‘Indonesia Menang’.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait