Presiden: Budaya Penggunaan Transportasi Massal Butuh Waktu 10-15 Tahun

Tandaseru – Presiden Joko Widodo mengakui membudayakan penggunaan transportasi massal seperti light rail transit (LRT) tidak mudah dan membutuhkan waktu yang panjang.

“Mengajak seperti itu, (belajar) dari negara-negara lain memang membutuhkan waktu 10-15 tahun, jangan dikira gampang,” tutur Presiden saat uji coba LRT di Palembang, Jumat (13/7/2018).

LRT Palembang ini memiliki 4 rute yang trasenya sudah direncanakan dan disiapkan. Kepala Negara juga berharap LRT ini menjadi contoh bagi kota-kota besar lain di Indonesia.

“Saya ingin agar kereta ringan LRT Palembang ini nanti bisa dijadikan contoh kota-kota besar di Indonesia yang saya kira sudah mulai padat, mulai macet, mulai membutuhkan transportasi massal yang kita harapkan nanti,” kata Kepala Negara.

Diungkapkan Presiden, LRT rencananya akan dibangun di 3 kota besar lain yaitu Surabaya, Medan, dan Bandung. “Yang 3 ini dalam perencanaan sudah matang dan sebentar lagi mau kita mulai,” kata Presiden.

Terkait tarif, Kepala Negara mengungkapkan dirinya telah menginstruksikan kepada Menteri Perhubungan untuk menghitung terlebih dahulu.

“Saya perintahkan kepada Bapak Menteri Perhubungan agar mulai dihitung, kalau perlu menggunakan subsidi terlebih dahulu. Kalau sudah jadi sebuah budaya, subsidinya ditarik. Bukan hanya di Palembang saja, tapi nanti di kota lain,” ujar Presiden ke-7 Republik Indonesia ini.

Kumpulan Berita Terkait