Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Raknamo di NTT

KUPANG (!) – Presiden Joko Widodo resmikan Bendungan Raknamo di Nusa Tenggara Timur, Selasa (9/1). Bendungan tersebut merupakan satu dari tujuh bendungan yang dibangun di provinsi ini senilai Rp5,9 triliun.

Bendungan Raknamo pembangunannya dimulai Desember 2014. “Penyelesaian pembangunan bendungan ini lebih cepat 13 bulan dari target semula yakni Januari 2019,” ungkap Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Imam Santoso.

Proses yang cepat dimungkinkan, karena pengadaan lahan berjalan lancar atas dukungan penuh dari masyarakat NTT. Selain itu kata Imam kondisi jalan akses yang baik, sehingga mobilisasi alat berat mudah dilakukan dan dapat bekerja hingga tiga shift sehari.

Setelah Raknamo, berikutnya akan selesai Bendungan Rotiklot dengan kapasitas 3,2 juta m3 pada Maret 2018 atau lebih cepat 8 bulan dari jadwal semula.”Bendungan Rotiklot berada di Atambua Kabupaten Belu. Daya tampungnya relatif kecil karena daerahnya sangat kering,” kata Imam Santoso.

Lalu, Bendungan Napun Gete berkapasitas tampung 6,9 juta m3 ditargetkan selesai tahun 2020, sementara Bendungan Temef dengan kapasitas tampung56 juta m3 dengan target selesai tahun 2022.

Selain bendungan, Kementerian PUPR juga membangun embung di NTT. Dalam kurun waktu 2015-2017 telah dibangun embung di 288 lokasi dengan biaya Rp665,2 miliar. Tahun 2015 dibangun di 136 lokasi dengan biaya Rp245,6 miliar. Tahun 2016 sebanyak 101 lokasi dengan biaya Rp257,8, 2017 di 27 lokasi dengan biaya Rp129,5 miliar.

Tahun 2018 akan dilanjutkan pembangunan embung di 24 lokasi dengan biaya Rp32,04 miliar. Kementerian PUPR juga merealisasikan program penyediaan dan pengelolaan air tanah dan air baku melalui pembangunan 278 sumur bor dengan biaya Rp256,08 miliar.

Tahun 2015 dibangun 52 sumur bor dengan biaya Rp34,1 miliar. Tahun 2016 sebanyak 81 sumur bor dengan biaya Rp45,3 miliar. Tahun 2017 dibangun 75 sumur bor dengan biaya Rp97,6 miliar. Tahun 2018 diprogramkan 70 sumur bor, biaya Rp78,6 miliar

Kumpulan Berita Terkait