Prostitusi Anak di Apartemen Kalibata City Terbongkar, Begini Modusnya

Tandaseru – Polisi kembali membongkar praktik prostitusi di bawah umur di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Bisnis maksiat ini berhasil dibongkar Subdit Renakta Ditkrimum Polda Metro Jaya.

“Jadi terkait dengan Apartemen Kalibata, dimana Polda Metro Jaya beserta jajaran mendapatkan informasi terkait adanya prostitusi anak yang dilakukan di sana,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Nico menyebutkan pengungkapan ini dilakukan berkat peran aktif dari masyarakat yang melapor ke pihak kepolisian. Muncikari-muncikari itu mengeksploitasi anak di bawah umur untuk melayani nafsu birahi para pria hidung belang.

Kombes Nico Afinta
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta. (tandaseru.id/abdi)

“Atas aktifnya masyarakat yang tinggal di sana dalam memberikan informasi itu tim melakukan penyelidikan dan akhirnya bisa menangkap muncikari, juga mengamankan beberapa wanita di bawah umur,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan polisi, mereka rata-rata dijual kepada pria hidung belang dengan imbalan sejumlah uang. “Dari uang yang diberikan oleh beberapa pria tersebut muncikasi mendapatkan uang,” ujar dia

Dalam kasus prostitusi anak itu ada tiga pelaku yang diringkus yaitu SBR, TM dan RMV. Ketiganya diringkus pada Kamis (2/8/2018). Dari mereka, disita uang sebesar Rp 1 juta yang diduga hasil transaksi dari PSK G dan KH.

Cara pemesanan

Berdasarkan informasi dari Subdit Renakta Polda Metro Jaya, tersangka SBR membuka aplikasi Beetalk dan menawarkan dengan menulis OPEN BO (Booking Out). Dia menerima pesanan perempuan yang dapat memuaskan seksual.

Apabila ada yang berminat memakai jasa seks komersial, SBR langsung menjelaskan mekanismenya dengan terlebih dahulu dengan memberikan nomor Whattsapp untuk chating dengan si calon pelanggan.

Dia kemudian memberikan foto perempuan yang ditawarkan berikut tarifnya. Rata-rata, untuk sekali main ongkosnya berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta.

Apabila ada tamu yang berminat, antara mucikari dengan tamu kemudian bertemu di taman salah satu tower di kompleks apartemen itu.

Setelah tamu sampai di taman tersebut, selanjutnya SBR jemput dan membawa kliennya ke Tower Flamboyan lantai 21 Kamar AH, Apartemen Kalibata City untuk dipertemukan dengan perempuannya.

Setelah tamu bertemu serta cocok dengan perempuan dan harganya kemudian mereka melakukan persetubuhan. SBR sendiri mendapatkan imbalan dari perempuan tersebut sekitar Rp 50 ribu.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id