Ramadan Hari ke-11: Istiqamah Menghadapi Ujian Allah

RENUNGAN RAMADAN

Saudaraku, ketika kita berbicara tentang istiqamah. Direndahkan tak mungkin jadi sampah, disanjung tak mungkin jadi rembulan.

Tak perlu menjelaskan siapa dirimu kepada orang lain karena mereka akan melihatmu dari hal yang berbeda. Yang suka kepadamu tak perlu itu dan yang membecimu tak akan memercayaimu.

Biarkanlah Allah yang menikai dirimu.tanpa ingin dinilai oleh orang lain. Terus saja kau berjalan dalam kebaikan walaupun kebaikanmu tidak dilihat dan tidak dihargai sebagai konsekuensi lilah mu.

Saudaraku. Hidup itu bukan siapa yang terbaik tetapi siapa yang mau berbuat baik. Jika dizalimi orang, dia tidak akan berfikir untuk membalas dendam ,tetapi membalas dengan kebaikan karena Robb kita Maha Baik.

Saudaraku. Jangan pernah mengeluh dan teruslah berbuat baik serta bersyukur, bersabar, dan istiqamah. Sibukkan dirimu dengan kebaikan sampai keburukan lelah mengikuti kita.

Mungkin orang tak beriman akan berkata bahwa sabar itu ada batasnya sering kita dengar, tetapi tidak bagi kita yang beriman: Sabar itu tak ada batasnya, bahkan sebagai pelengkap keimanan kita.

Jadi sabar itu menerima dahulu tamu istimewa yang bernama masalah sebelum kita melepaskannya sebab toh kita tak akan melepaskan sesuatu yang belum kita terima.

Masalah itu akan berpamitan setelah kita jamu dengan syukur dan sabar serta istiqamah. Syukur itu bukan berapa sedikit yang kita terima, istiqamah itu bukan berapa lama kita siap menderita.

Istiqamah itu bukan berapa lama kita menunggu, seberapa berat kita ditekan, seberapa pahit kita diuji, melainkan seberapa hebat tekanan itu mampu mengasah keimanan kita.

Melainkan seberapa mampu menghasilkan gagasan dan keterampilan diri untuk lepas dari tekanan tersebut dan di situlah kita menemukan kebahagiaan dan seberkas cahaya dr sebuah terowongan yang gelap.

Saudaraku. Akhirnya yang menerangi kebahagiaan hakiki adalah mereka yang mendapat naungan rahmat Allah Azzawajala. Maka jadikanlah sabar dan syukurmu dalam balutan istiqamah dalam menjalani kehidupanmu.

Ustadz Uyad Albantani

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait