Ramadhan Hari Ke-28: Ridho dan Hidup Tanpa Beban

RENUNGAN RAMADHAN

Oleh Ustadz Ahmad Fariz BQ, Lc, M.si

 

Sering kali hati manusia menjadi sempit tersebab ketidakridhoannya atas takdir yang ditentukan baginya.

Suami atau istri, akan merasa terbebani menjalankan bahtera rumah tangga saat tidak ridho menerima kekurangan pasangannya, padahal setiap mereka memiliki kekurangan dan mengharap pemakluman.

Guru, berat hati mengajar, karena tidak ridho saat tahu muridnya kurang cerdas. Murid, malas-malasan belajar, karena tidak ridho mendapat pelajaran yang sulit.

Karyawan, selalu mengeluh saat bekerja, karena tidak ridho menerima tugas yang begitu banyak.

Banyak orang, merasa dirinya paling sengsara, karena tak ridho atas apa yang ditakdirkan atas dirinya, padahal masih banyak orang lain yang lebih sengsara tapi bisa berlapang dada.

Maka terang benderang, bahwa ketentraman hati bisa diraih dengan keridhoan hati kepada Allah dalam setiap takdir-Nya untuk kita.

Rasulullah meyakinkan umatnya, “Ridho lah atas yang Allah berikan padamu, maka engkau akan jadi manusia paling kaya (jiwanya).”

Betapa banyak orang buta permanen, tetap semangat menjalani hidup, mengayuh tongkat, meraba sekelilingnya untuk dapat menuju yang diinginkannya.

Betapa banyak orang yang tak memiliki tangan bahkan kaki, namun dengan gigih menggunakan badan, kepala, mulut, dan lainnya untuk tetap melanjutkan hidup.

Ridho lah, niscaya seruluh beban hidup akan terada ringan. Allah telah memotivasi hamba-Nya, bahwa tidak ada ujian yang Dia berikan, kecuali sesuai dengan kemampuan hamba. (QS. Al-Baqoroh:286)

Mari kita sambut Hari Raya, dengan hati yang penuh dengan keridhoan. (Narasi: Ardhi Rosyadi)

 

Ikuti terus postingan ImanPath selama Ramadhan dalam seri 30 DAYS LIFE TRANSFORMATION di Instagram @urbanmuslimlife
Kumpulan Berita Terkait