Resmikan Terminal Bandara Ahmad Yani, Presiden: Runway Harus Diperpanjang

Tandaseru – Presiden Joko Widodo meresmikan terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani sebagai salah satu pembenahan dari gerbang langit di Jawa Tengah.

Bandara ini awalnya merupakan pangkalan udara TNI, kemudian berkembang menjadi bandara penerbangan sipil domestik dan akhirnya menjadi bandara internasional.

“Bandara ini dulu kapasitasnya hanya 800.000 orang per tahun, sekarang menjadi 6,5 juta penumpang per tahun. Jadi lompatannya hampir 8 kali per tahun, kenaikan yang sangat tinggi sekali,” papar Presiden saat peresmian terminal baru Bandara International Ahmad Yani, Kamis (7/5/2018).

Bandara ini juga mengalami peningkatan untuk kargo, dari 10.000 ton per tahun menjadi 16.000 ton per tahun. Ini artinya, kata Presiden, kesempatan pengiriman kargo ke luar negeri menjadi sangat terbuka.

“Fasilitas-fasilitas baru yang dibuat saat ini akan memanjakan penumpang, melayani penumpang, memberikan kenyamanan kepada penumpang, apalagi bangunan fisik dan pengelolaannya menggunakan konsep ramah lingkungan, eco-green,” tambah Presiden.

Presiden mengaku kaget sebab target pembangunan terminal baru selesai pada akhir Desember namun dapat diselesaikan lebih cepat dan telah dapat digunakan sekarang.“Bandar udara yang lain waktu konstruksi saya biasanya mengecek, di sini saya enggak mengecek, tahu-tahu jadi dan tahu-tahu kaget saya,” ucap Jokowi.

Jokowi meminta agar runway diperpanjang memenuhi standar internasional.“Yang belum satu, runway-nya masih kurang panjang. Jadi saya minta paling lambat akhir tahun depan itu sudah tambah jadi 3.000,” ungkap Presiden.