Rintihan Sosok Kepala Tanpa Tubuh di dalam Kantor

Beberapa tahun lalu setelah berlangsung demonstrasi yang cukup besar di kawasan industri, beberapa karyawan yang sudah lelah memilih untuk beristirahat, sekaligus meneruskan bekerja lembur di kantor.

Tidak lama setelah adzan Maghrib, terlihat Ibu Siti memasuki ruangan kantor bersama Ibu Alia. Sebelum menyalakan lampu utama, Ibu Siti menjerit agak tertahan, karena dia melihat ada sosok bayangan di tembok di hadapan mereka.

Sosok bayangan itu berwujud seorang pria muda, dengan rambut berantakan dengan kuku jari yang panjang.

Bayangan itu sekilas memang terlihat jelas oleh mereka berdua, padahal saat itu ruangan sudah agak gelap. Lagi pula bila dilihat dari posisi pantulan cahaya lampu, seharusnya posisi bayangan berada di tembok sebelah kiri, bukan di depan.

Mereka berdua lalu saling pandang, tapi keduanya masih tidak yakin dengan yang mereka lihat. Di malam itu, mereka berdua merasa udara sangat panas padahal Ibu Siti telah memasang AC sampai 18 derajat Celcius. Waktu menunjukkan hampir pukul 21.30 malam.

Sambil melemparkan pandangan ke arah keluar, Ibu Siti tertegun, saat melihat cahaya redup berwarna kuning. “Apa itu, Alia kunang-kunang, yaa?”

“Aaahhh Ibu, mana mungkin ada kunang-kunang di pabrik,” jawab Ibu Alia.

Lagi pula bentuk cahaya itu sedikit aneh, dengan lingkar hitam yang bergerak ke kanan dan ke kiri di tengahnya. Ibu Siti penasaran dan berusaha untuk melihat lebih jelas.

Astaga!! Ternyata itu sepasang mata.

Bagaimana mungkin ada mata mengintip dari depan kantor di lantai 2, dan tidak terlihat ada badan di sana.

Hanya sepasang mata saja!

Tiba-tiba terdengar suara memanggil:

“Mbaaak! Tolong sayaaa, mbaaak!” Suaranya lirih dari luar ruangan.

Dan mendadak udara dingin menjalar ke dalam ruangan.

“Kamu siapa?” tanya Ibu Siti dan Ibu Alia, hampir bersamaan.

“Mbaaaakkk! Toollloooong, mbaaaakk…” ujar suara misterius itu lagi.

Mereka langsung berteriak saat terlihat sosok kepala orang, sepertinya pria remaja,
dengan rambut tipis yang agak basah, tatapan mata kosong, dan bibir pecah-pecah berwarna kebiruan.

Sosok kepala menyeramkan itu hanya berjarak beberapa centimeter dari jendela kantor.

“Kamu minta tolong apa?” tanya Ibu Siti terbata-bata, antara shock dan kedinginan.

“Tolong cariin badan saya, mbaaaakk!” pintanya memelas.

Ternyata kepala itu putus sampai sebatas leher. Terlihat dengan jelas daging busuk dengan belatung yang merayap keluar dari lehernya.

Keduanya langsung berlari menuju ke kamar mandi dan mengambil air wudhu, langsung pulang secara bersama-sama.

Di dalam perjalanan pulang bersama sopir kantor, mereka bercerita kejadian menyeramkan tadi telah membuat mereka berdua shock berat.

Kemudian pak sopir yang sudah bekerja hampir 18 tahun di kawasan itu bercerita, dulu pernah ada seorang karyawan magang yang tewas seketika.

Diceritakan bahwa leher korban putus terkena tebasan mesin potong baja, karena saat itu si karyawan magang lengah akibat sedang asyik bercanda dengan teman-temannya.

 

Penulis buku Membangun SDM Indonesia Emas dan Tenang Saja

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait