Bukannya Sedih, Ritual Kematian di Ghana ini Justru Menyenangkan!

Tandaseru – Biasanya upacara pemakaman jadi prosesi paling menyedihkan, tapi berbeda dengan penduduk Ghana ini yang punya ritual kematian menyenangkan, pasti nggak nyangka deh!

Memang aneh saat ada ritual Kematian yang umumnya menyedihkan, penuh duka ditambah lagi dengan peti mati yang dicat polos berwarna cokelat atau hitam, justru jadi momen yang cukup menyenangkan.

Karena di Ghana, peti matinya saja berbentuk tidak biasa dan sama sekali tidak terasa menakutkan. Hal itu disebabkan, karena bagi masyarakat Afrika kematian bukanlah akhir dari segalanya.

Oleh karena itu mereka cenderung melepas kepergian dari kerabatnya dengan penuh kebahagiaan dan prosesi yang menyenangkan.

Peti mati jadi salah satu elemen ritual kematian menyenangkan ini!

Jika biasanya peti mati terkesan menyeramkan, peti mati di Ghana justru kebalikannya yang memiliki beragam warna, bentuk dan corak.

Tak sembarangan, bentuk-bentuk tersebut diberikan sesuai dengan personalisasi dari orang yang meninggal, bisa diambil dari sifat atau pekerjaannya selama hidup.

Misalnya, seorang petani meninggal, maka peti matinya bisa berbentuk ayam ataupun buah. Jika yang meninggal pilot, petinya bisa berbentuk pesawat terbang.

Dahulunya peti mati atau abebuu adekai dalam bahasa lokal hanya berlaku untuk pemimpin dan pemuka agama saja.

Tetapi saat ini semua orang bisa menggunakannya bahkan jadi budaya di sana. Perusahaan Kane Kwai Carpentry Workshop merupakan produsen peti mati unik tersebut, dilansir dari tirto.id, studio pembuatan peti itu telah ada sejak 1950-an.

Saat ditanya tentang proses pembuatannya, peti tersbeut memakan waktu 2 sampai 6 minggu pembuatan tergantung kerumitan bentuknya.

Jumlah tamu menentukan kebaikan orang yang meninggal

Bukan hanya peti matinya, tapi kebaikan dari orang yang meninggal ternyata dapat dilihat dari banyaknya tamu yang hadir pada ritual tersebut, jadi semakin banyak tamu maka dinilai semakin baik orang yang meninggal semasa hidupnya.

Pelayat jadi tanda secara tidak langsung, pribadi orang yang sudah tiada tersebut, apakah dia orang yang ramah, senang bersosialisasi atau pintar berkomunikasi dengan orang banyak atau tidak.

Pemakaman sering dilakukan pada Sabtu atau Minggu, dan para pelayat harus memakai baju tradisional yang dominan berwarna hitam dan merah. Tamu biasanya juga akan dihargai layaknya raja oleh pihak keluarga yang ditinggalkan.

Biaya prosesi sangat mahal

Kematian di Ghana merupakan hal yang sakral, jadi penduduk di sana tak segan untuk menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk melepas kepergian orang tercintanya.

Bahkan sebagai pengumuman kematiannya mereka membuat reklame warna-warni seharga USD600 hingga USD3000 yang dipasang pada lokasi yang strategis.

Untuk prosesi tarian, jamuan makanan, pembuatan peti dan lainnya, seorang Kwaku atau perencana pemakaman mengatakan, keluarga yang ditinggalkan bisa menghabiskan dana hingga USD15.000 sampai USD20.000!

Kenapa jadi ritual kematian menyenangkan? Karena biaya sebesar itu bisa melebihi sebuah acara resepsi pernikahan di sana.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait