Rugikan Negara 6,4 Triliun, Polda Metro Gagalkan Penyelundupan Barang Ilegal Asal Tiongkok

Tandaseru – Subdit I Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan kosmetik, obat-obatan, bahan pangan dan elektronik ilegal asal Tiongkok dengan menankap 4 orang tersangka yakni Pl (63), H (30) EK (44) dan AH (40) (WNA Tiongkok).

“Barang-barang kosmetik kan datang dari luar, belum mendapat izin dari BPOM atau izin edar lainnya. Jadi kita nggak tau isinya, bisa menimbulkan kerugian,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (14/8).

Sebelum dikirim ke Indonesia, barang-barang ilegal ini terlebih dahulu masuk ke wilayah Malaysia melalaui pelabuhan Pasir Gudang Johor. Kemudian barang dikirim ke pelabuhan kuching Serawak. Selanjutnya

barang dibawa menggunakan truk ke perbatasan wilayah Indonesia untuk diselundupkan melalui jalan darat ke wilayah Jagoi Babang, Kalimantan Barat.

Isi barang selundupan tersebut kemudian diangkut menggunakan truk besar dari Pontianak melalui pelabuhan Dwikora. Selanjutnya dikirim menggunakan kapal angkut, dan masuk ke pelabuhan Tegar

Marunda Center Kabupaten Bekasi. Saat merapat di pelabuhan petugas langsung melakukan tindakan. Dan mengamankan 10 truk pembawa barang ilegal tersebut.

Dalam sebulan, kelompok ini bisa menyelundupkan barang sebanyak 4 kali. Dengan nilai barang dalam sekali pengiriman senilai Rp 67,1 miliar. “Jika ini dikalikan setahun, barang ini bisa senilai Rp 3 triliun lebih,” kata Gatot.

Dari nilai barang Rp 67,1 miliar dalam sekali pengirman, kelompok ini mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 17 miliar. Atau setara Rp 68 miliar per bulan. “Setahun negara kita bisa rugi hampir Rp 800 miliar, ini baru satu kelompok,” tekan Gatot.

Dengan dampak kerugian kepada negara yang begitu besar, polisi saat ini masih melakukan pengembangan kasus guna mencari adanya kelompok lain yang melakukan kejahatan serupa. Beredarnya barang-barang ilgal ini tentu merugikan masyarakat, karena barang yang diedarkan tidak melalui uji laboratorium BPOM. Sehingga tidak bisa dipastikan kandungan di dalamnya.

Sejauh ini barang-barang ilegal ini sudah diedarkan di sejumlah daerah di seluruh Indonesia. “Pasarnya d Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi, Jawa Tengah. Kalau di Jakarta dipasarkan di Asemka,” ucap Gatot.

Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis. Yakni Pasal 197 UU Nomor 36 tahun 2014 tentang Kesehatan, dengan pidana penjara 15 tahun, dan denda maksimal Rp 1,5 miliar. Pasal 140 UU Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan, dengan pidana penjara 2  tahun, denda maksimal Rp 4 miliar.

Selanjutnya, Pasal 104 UU Nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan, dengan pidana penjara 5 tahun, denda maksimal Rp 5 miliar. Dan Pasal 62 UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan pidana penjara 2 tahun, denda maksimal Rp 500 juta.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait