Saat Diperiksa, Kapitra Tunjukan Chat Diduga Teror kepada Polisi

Tandaseru – Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar menyebutkan saat dimintai keterangan, eks pengacara Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera sempat menunjukkan chat jika dia diteror.

Bukti itu berupa kiriman link-link berita atas pernyataannya yang jadi bakal calon legislatif dari PDI-P. Para peneror mempertanyakan soal pernyataan Kapitra itu.

“Ya seperti itu, meme-meme gitu, broadcast-broascast gitulah. Beliau beberapa menunjukkan itu, ya mungkin sifatnya berita-berita ada yang ngirim ke beliau yang mereka tidak puas, tidak senang dengan mungkin pernyataan, ujaran, ya itu saja,” kata Indra, Rabu (9/8/2018).

Pihaknya akan mendalami dugaan Kapitra yang merasa kalau teror bom molotov ke rumahnya adalah karena ia jadi bacaleg PDI-P. Indra mengatakan sejauh ini ancaman yang ditemukan baru sebatas itu, belum nampak ada ancaman yang secara terang-terangan menyebut mau menyerang Kapitra.

“Kita masih dalami, belum ada ancaman seperti itu. Tapi ancaman menurut beliau itu artinya ada yang tidak puas, mengirimkan mungkin pernyataan beliau,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Rumah bakal calon legislatif Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Kapitra Ampera, diduga dilempar bom molotov, Senin, 6 Agustus 2018 malam. Kejadian itu terjadi sekira pukul 19.10 WIB di kediaman Kapitra di Jalan Tebet Timur Dalam VIII Nomor 16 RT 02 RW 09, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.

Saat itu, Kapitra mengaku sedang tidak berada di rumahnya karena melaksanakan salat Isya di Masjid Al Ittihad. Namun, aksi pelemparan bom molotov itu diketahui Y (30), Asisten Rumah Tangga yang bekerja di rumah Bakal Calon Legislatif dari PDI Perjuangan itu.

Tak lama, saksi pun akhirnya bergegas melaporkan penemuan bom molotov tersebut kepada istri Kapitra bernisial Y (51). Mendengar kabar dari sang istri jika rumahnya jadi sasaran bom molotov,  itu langsung bergegas pulang. Setelah mengecek dua buah bom molotov yang tergeletak di garasi, Kapitra lalu melaporkan kasus tersebut ke Polsek Metro Tebet.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id