Safari Ramadhan ke Surabaya, Kapolri dan Panglima TNI Ajak Perangi Radikalisme

Tandaseru – Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto melanjutkan safari Ramadhan dan sinergitas TNI-Polri ke Surabaya, Jawa Timur, Kamis (31/5/2018).

Selain safari Ramadhan, kunjungan Kapolri dan Panglima TNI ke Surabaya juga untuk bersilaturahmi dengan para ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Mapolrestabes Surabaya.

Kegiatan diawali dengan zikir bersama, dilanjutkan dengan pemberiaan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) oleh Kapolri dan Panglima TNI kepada anggota Polri yang berjasa dan menjadi korban dalam aksi terorisme di Surabaya beberapa waktu lalu.

kapolri dan ulama
(istimewa)

Anggota Polri itu, yakni Ipda Junaedi, Ipda Ahmad Muhadi, Aiptu Umar Sholeh, Aiptu Rendra Agus Hardianto, Brigadir Pol. Dimas Indra S, Briptu Andi Fendi Putra, dan Briptu Ahmad Mauffan A.

Dalam sambutanya, Kapolri menyampaikan bahwa aksi terorisme di Surabaya pada 13 Mei 2018 lalu menjadi pembelajaran bagi semua pihak.

“Ini ibarat gunung es, yaitu bila kita potong pucuknya akan tumbuh lagi. Dalam memberantas terorisme yang utama yaitu memberantas akarnya (ideologinya). Perlu rencana aksi, baik dari pemerintah maupun masyrakat, dalam melawan ideologi radikal ini, Polri akan terus melakukan pemetaan dan penangkapan,” kata Tito.

pemberian penghargaan
Pemberiaan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) oleh Kapolri dan Panglima TNI kepada anggota Polri yang berjasa dan menjadi korban dalam aksi terorisme di Surabaya. (istimewa)

Kapolri mengucapkan terima kasih kepada Walikota Surabaya atas adanya CCTV di beberapa titik wilayah Surabaya yang sangat membantu dalam pengungkapan aksi terorisme tersebut.

Dia mengatakan TNI dan Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga tempat ibadah. “Perkuat FKUB dan deteksi dini di level bawah melalui 3 pilar (Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Lurah),” kata Kapolri.

Sementara itu, Panglima TNI menyampaikan bela sungkawa atas korban tak berdosa akibat aksi terorisme itu. “Oleh karena itu kita harus perangi paham radikalisme. Dalam bulan suci Ramadhan ini, mari kita semua bersatu melawan radikaliseme,” ujarnya.

Dalam acara tersebut, Kapolri dan Panglima TNI bersilaturahim dengan para ulama, tokoh agama dan tokoh masyarakat di Jawa Timur. Tokoh yang hadir antara lain KH. Agus Ali Masyuhuri (Pimpinan Ponpes Bumi Shalawat), KH. Miftachul Ahyar (Rois Syuriyah PBNU), dan KH. Muchit Murtadho (Sesepuh Yayasan Masjid Rahmat Kembang Kuning).

pemberian bingkisan
(istimewa)

Selain itu, KH. Abdulrahman Nafis (Rois Syuriyah PWNU Jatim), KH. Abdus Shomad (Ketua MUI Jatim), KH. Husen Rifai (Pimpinan Ponpes Sepanjang), KH. Zainuddin Husni (Pimpinan Majelis Tarbiyatul Qulub), dan Dr. Muhibbin (Ketua NU Surabaya).

Tokoh lainnya yakni KH. Imama Mawardi (Ponpes Alif Lam Mim), KH. Abdus Salam Nawawi (Pimpinan Pesantren), KH. Son Hadji (Imam Besar Masjid Sunan Ampel), KH. Ilhamullah S (Ketua LDNU Jatim), Sayyid Muhammad bin Smith (Pimpinan Majelis Dzikir Syifaul Qulub), Dr. KH. M. Saad Ibrahim (Ketua PW Muhammadiyah), dan Habib Idrus Alaydru (Majelis Rosulullah).

Dalam kunjungan kali ini, Kapolri didampingi Pejabat Utama Mabes Polri, antara lain Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Martuani Sormin, Dankorbrimob Polri Irjen Pol. Rudy Sufahriadi, Karo Provost Divpropam Polri Brigjen Pol. Refdi Andri, dan Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Muhammad Iqbal.

Adapun Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi Asintel Panglima TNI, Mayor Jenderal Benny Indra Pujihastono, Aslog Panglima TNI Laksda Bambang Nariyono, Kapuspen TNI Mayor Jenderal M. Sabrar Fadhilah, dan Kapusbintal TNI Laksma Budi Siswanto.

Pejabat daerah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Gubernur Jawa Timur H. Soekarwo, Ketua DPRD Jawa Timur Abdul Halim Iskandar, Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal Arif Rahman, dan Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Pol. Machfud Arifin.

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait