Sangkal Lindungi SAB, Dewas BPJS Ketenagakerjaan Minta Hukum Dihormati

Jakarta (Tandaseru) — Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan menyangkal tuduhan telah melindungi salah satu anggotanya berinisial SAB dari kasus asusila dengan wanita berinisial RA.

“Kami ingin menyatakan tudingan yang menyatakan jajaran Dewas sengaja melindungi SAB itu tidak benar,” kata Ketua Dewan Pengawas, Guntur Witjaksono di Hotel Kartika Candra, Jakarta (11/1/2019).

Menurut Guntur, dia dan anggota Dewas lainnya baru mengetahui kasus ini usai mendapatkan surat tembusan dari Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) pada 6 Desember 2018.

“Kami mendukung pihak berwenang untuk terus melanjutkan proses penyidikan agar kebenaran yang sesungguhnya dapat segera terungkap,” tegasnya.

Guntur sangat menyayangkan adanya pihak-pihak yang membuat kasus ini melebar tanpa memperhatikan relevansi atas kasus asusila tersebut.

Seperti diketahui, tuduhan kasus pelecehan seksual ini merembet ke buruknya tata kelola Dewas BPJS Ketenagakerjaan serta adanya overlapping wewenang dalam perekrutan.

Padahal, menurut Guntur, kegiatan operasional organ BPJS Ketenagakerjaan setiap tahun pasti diaudit oleh OJK, BPK, dan KAP.

“Selain itu, ada juga kegiatan monitoring dan evaluasi dari DJSN, ditambah kami juga memiliki komitmen dengan KPK terkait pencegahan gratifikasi,” jelasnya.

Apalagi, soal rekrutmen, penyelenggaran FGD, seminar dan lain sebagainya sudah diatur dalam Undang- undang No. 24 Tahun 2011 tentang BPJS dan Peraturan turunan yang terkait. 

Untuk itu, Guntur berharap semua pihak dapat berpikir dengan jernih dalam melihat kasus yang menimpa SAB ini.

“Saya harap hal ini tidak dimanfaatkan untuk menjatuhkan kredibilitas BPJS Ketenagakerjaan sebagai Badan Hukum Publik yang professional,” ujarnya.

Diketahui, kasus asusila yang menimpa RA ini mulai bergulir di ranah hukum usai dia membuat laporan ke Bareskrim pada 3 januari lalu.

RA mengaku telah diperkosa empat kali dari April 2016-November 2018.

Selain diperkosa, RA juga mengaku telah berulang kali mengalami pelecehan seksual baik di dalam maupun di luar kantor. (ahm)

Dapatkan berita terbaru langsung dari Tandaseru.id

Kumpulan Berita Terkait